Kitanotice, Bandung - Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yakin memberikan arahan kepada siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama Kesehatan (Dikjurtakes) Abit Dikmata Kes TNIAD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Dia menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, dan profesionalisme bagi prajurit kesehatan yang akan bertugas mendukung kesiapan pasukan di lapangan.
Nurul Yakin mengatakan, prajurit kesehatan memiliki peran
penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat (AD), termasuk
saat menghadapi situasi operasi. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan
medis, tetapi juga harus siap bergerak bersama pasukan hingga ke garis depan
sesuai kebutuhan tugas.
Keberadaan prajurit kesehatan menjadi bagian penting dalam
memberikan pertolongan kepada personel yang mengalami cedera atau gangguan
kesehatan saat bertugas. Karena itu, kemampuan teknis di bidang kesehatan harus
diimbangi dengan ketangguhan fisik dan mental serta karakter keprajuritan yang
kuat.
Pendidikan Dikjurtakes menjadi salah satu tahapan untuk
membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan kesehatan militer.
Selama pendidikan, para siswa dituntut serius mengikuti pembelajaran teori,
praktik, dan pembinaan fisik agar siap menghadapi berbagai tantangan saat
bertugas di satuan.
Nurul Yakin juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan
waktu pendidikan dengan sebaik-baiknya. Disiplin, kepatuhan terhadap hukum dan
tata tertib, serta loyalitas kepada atasan harus diterapkan sejak mengikuti
pendidikan.
Menurutnya, menjadi prajurit kesehatan bukan sekadar
menguasai keterampilan medis. Para siswa juga harus memiliki sikap tanggung
jawab, ketenangan, dan kemampuan menjalankan prosedur ketika memberikan
pertolongan dalam situasi yang penuh tekanan.
Pelatih Diminta Asuh dengan Hati
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Yakin turut memberikan
arahan kepada komandan satuan pendidikan (Dansatdik) dan seluruh pelatih agar
melaksanakan pendidikan secara objektif sesuai Kurikulum Pendidikan (Kurdik).
Dia menekankan prinsip asuh dengan hati, didik dengan
disiplin dalam membentuk karakter para siswa. Prinsip itu diperkuat melalui
penerapan Sistem Among, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun
Karso, dan Tut Wuri Handayani.
Melalui pendekatan tersebut, pelatih diharapkan mampu
menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan bimbingan kepada siswa
selama menjalani pendidikan.
Nurul Yakin juga mengingatkan agar pelatih menghindari
segala bentuk kekerasan fisik maupun mental yang tidak mendidik dan melampaui
batas kewajaran.
Disiplin, kata dia, tetap menjadi bagian penting dalam
pendidikan militer. Namun, penerapannya harus memiliki tujuan yang jelas, yakni
membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan bertanggung jawab.
Tekankan Keselamatan Selama Pendidikan
Selain pembentukan karakter, faktor keamanan dan keselamatan
juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pendidikan. Nurul Yakin menekankan
penerapan prinsip zero accident atau nihil kecelakaan dalam setiap
kegiatan.
Para pelatih diminta menerapkan mekanisme check and
recheck, terutama saat melaksanakan latihan di lapangan. Langkah tersebut
diperlukan untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur dengan
memperhatikan potensi risiko.
Menurutnya, keselamatan tidak boleh diabaikan dalam proses
pembentukan prajurit yang tangguh. Pelaksanaan pendidikan harus tetap
memperhatikan faktor keamanan tanpa mengurangi kesungguhan siswa dalam
menjalani latihan.
Para siswa juga diarahkan membangun kebiasaan positif dalam
kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan dan kerapian diri hingga
menaati aturan yang berlaku.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter
prajurit yang disiplin dan teratur. Dalam pelaksanaan tugas, khususnya ketika
memberikan pertolongan kepada personel yang membutuhkan, kemampuan teknis harus
didukung ketenangan, ketegasan, dan kepatuhan terhadap prosedur.
Melalui pendidikan Dikjurtakes Abit Dikmata Kes TNI AD
Gelombang II TA 2026, para siswa diharapkan memiliki kesiapan fisik dan mental,
loyalitas, serta keterampilan kesehatan militer yang memadai.
Bekal tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan
tugas di pangkalan maupun medan operasi. Prajurit kesehatan diharapkan mampu
memberikan pertolongan kepada personel yang membutuhkan sekaligus menjaga
kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai situasi.
