Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan

Foto bersama siswa MIN 1 Kota Tangerang Selatan, mahasiswa KKN Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan pihak sekolah usai mengikuti Workshop Ecoprint Pounding, Selasa–Rabu (18–19/8/2026). Dokumen Anita Fitri Lestari

Tangerang Selatan - Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar Workshop Ecoprint Pounding bagi siswa kelas lima Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja bidang kreativitas, yang tujuannya adalah untuk mempromosikan penggunaan bahan alam dan meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat tas kain yang ramah lingkungan.

Workshop ini berlangsung pada tanggal 18-19 Agustus 2026 di MIN 1 Kota Tangerang Selatan, yang terletak di Jalan Dewi Sartika, No.2 Gang Masjid ar-riyadh, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan ini diikuti oleh 84 siswa dari kelas 5 Bilingual, 5A dan 5B. Melalui Kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada teknik Ecoprint Pounding, yaitu proses memukul perlahan bahan tumbuhan untuk memindahkan bentuk dan warna alami tumbuhan ke atas permukaan kain. Teknik ini dipilih karena sederhana dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mencoba bentuk dan komposisi motif.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan tim KKN kepada siswa. Selanjutnya, siswa mempelajari tentang ecoprint, jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk membuat motif, dan cara menggunakan larutan tawas untuk mempertahankan warna alami pada kain.

Daun jati muda, daun jarak, daun singkong, bunga kembang sepatu, dan bunga telang adalah beberapa bahan yang diperkenalkan. Mahasiswa juga menjelaskan cara menggunakan tas kain sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai.

Mahasiswa menunjukkan teknik pounding setelah materi diberikan. Proses yang ditunjukkan termasuk menempatkan daun atau bunga di atas tas kain kanvas, melapisinya dengan plastik, dan secara perlahan memukulnya dengan palu kayu.

Saat demonstrasi berakhir, setiap siswa akan diberikan satu tas kain kanvas polos yang berisi bahan dan alat yang diperlukan. Selanjutnya, siswa memilih daun atau bunga yang mereka inginkan, menata komposisi motif di tas, dan melakukan teknik pounding dengan bantuan siswa KKN. Praktik dilakukan dalam kelompok kecil, dengan empat hingga lima siswa per meja. Pembagian ini dilakukan untuk mempermudah distribusi bahan, menjaga kegiatan berjalan lancar, dan memastikan bahwa siswa mendapatkan pendampingan yang cukup.

Selama proses ini, siswa membantu siswa yang mengalami kesulitan dengan mengatur kekuatan pukulan dan menentukan tata letak motif. Selain itu, siswa memantau penggunaan alat agar kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib.

Setelah pounding selesai, siswa melepaskan sisa daun dari tas dan mengangin-anginkan pekerjaan mereka hingga kering. Selanjutnya, sebagai bagian dari penyelesaian pekerjaan, tim KKN melakukan pencucian atau perendaman dengan larutan tawas.

Hasilnya, setiap siswa yang mengikuti workshop berhasil menyelesaikan satu tas kain kanvas dengan motif yang dibuat menggunakan bahan printing alami. Setiap tas memiliki berbagai bentuk dan komposisi sesuai dengan pilihan bahan dan kreativitas masing-masing siswa. Tas ini dapat digunakan untuk membawa perlengkapan sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang mencakup pengetahuan, perspektif, dan keterampilan siswa. Secara pengetahuan, siswa memperoleh pemahaman tentang penggunaan bahan alam sebagai media seni. Dari perspektif keterampilan, teknik menata daun dan pemukulan menggunakan palu adalah latihan untuk meningkatkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, dan kemampuan untuk mengendalikan kekuatan tangan.

Semua pihak, termasuk MIN 1 Kota Tangerang Selatan, guru dan wali kelas, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Renty Anugerah  Mahaji Puteri, ST., MT, berkontribusi pada lancarnya kegiatan, dari persiapan hingga praktik bersama para siswa.

Antusiasme siswa juga berkontribusi pada keberhasilan kegiatan.  Para siswa terlihat aktif mengikuti penjelasan, memperhatikan pembekuan, dan membuat tas ecoprint sendiri.

Kelompok 19 KKN Universitas Muhammadiyah Jakarta berharap melalui Workshop EcoPrint Pounding, pengalaman yang mereka peroleh dapat menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan.  Diharapkan bahwa kegiatan ini dapat dimasukkan ke dalam salah satu jenis pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), bersama dengan kegiatan kreatif lainnya, di lingkungan sekolah.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
  • Workshop Ecoprint Pounding, Siswa MIN 1 Tangsel Kreasi Tas Ramah Lingkungan
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad