![]() |
| Peserta rapat konsinyering PLP FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti kegiatan persiapan pelaksanaan PLP Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. |
YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memperkuat persiapan pelaksanaan Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 52 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama perwakilan puluhan sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan mengikuti rapat konsinyering di Ruang Teatrikal Lantai 1 FITK, Kamis (3/9/2026).
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memastikan pelaksanaan PLP
berjalan terarah sekaligus menyamakan persepsi antara fakultas, DPL,
Laboratorium Pendidikan, dan lembaga mitra.
Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menekankan
pentingnya sinergi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, koordinasi yang
baik menjadi kunci agar pengalaman mahasiswa selama berada di lembaga mitra
benar-benar mendukung pembentukan kompetensi calon pendidik.
“PLP bukan sekadar kegiatan praktik di sekolah. Mahasiswa perlu
mendapatkan pengalaman nyata tentang bagaimana proses pendidikan berlangsung di
lapangan,” demikian pokok arahan dalam kegiatan tersebut.
Bukan Sekadar Praktik Mengajar
PLP menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon pendidik.
Program ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
mempraktikkan pembelajaran, tetapi juga mengenalkan mereka pada berbagai aspek
pengelolaan pendidikan dan kehidupan persekolahan.
Materi PLP FITK menyebutkan program tersebut diarahkan untuk
mengembangkan empat kompetensi calon pendidik, yakni kompetensi pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional. PLP memiliki bobot 4 SKS dengan cakupan
kegiatan praktik pembelajaran serta praktik pendidikan dan persekolahan.
Karena itu, keberadaan sekolah dan madrasah mitra menjadi bagian penting
dari proses pembelajaran mahasiswa. Lingkungan pendidikan di luar kampus
memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan
pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata.
Laboratorium Pendidikan Perkuat
Koordinasi
Kepala Laboratorium Pendidikan FITK, Dr. Bahtiar Arbi, S.Pd., M.Pd.,
turut memberikan pengarahan dalam rapat konsinyering. Laboratorium Pendidikan
merupakan pengelola PLP yang berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan
program bersama DPL dan lembaga mitra.
Dalam forum tersebut, pembagian peran setiap unsur yang terlibat menjadi
salah satu perhatian utama. Pelaksanaan PLP melibatkan dosen mata kuliah, DPL,
kepala sekolah atau madrasah, guru pamong, serta pengelola.
Koordinasi diperlukan sejak tahap persiapan hingga evaluasi. DPL,
misalnya, berperan sebagai penghubung antara fakultas dan lembaga mitra
sekaligus mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan di lapangan.
DPL bertugas berkoordinasi terkait kedatangan mahasiswa, memberikan
pengarahan sebelum penerjunan, menjelaskan mekanisme kegiatan dan evaluasi,
melakukan monitoring, serta memberikan bimbingan selama PLP berlangsung.
Sementara itu, kepala sekolah atau madrasah bertanggung jawab terhadap
pengelolaan mahasiswa di lembaganya. Guru pamong mendampingi mahasiswa dalam
proses observasi hingga praktik pembelajaran, termasuk memberikan bimbingan
penyusunan RPP atau Modul Ajar serta melakukan evaluasi.
Mahasiswa Wajib Observasi Sebelum
Praktik
Dalam pelaksanaan PLP, mahasiswa tidak langsung ditempatkan untuk
melakukan praktik pembelajaran. Mereka terlebih dahulu diwajibkan melakukan
observasi pembelajaran sebagai bagian dari proses adaptasi dan pemahaman
terhadap lingkungan pendidikan.
Setelah tahap observasi, mahasiswa melaksanakan praktik pembelajaran
sekurang-kurangnya empat kali. Di luar kegiatan mengajar, mahasiswa juga
mengikuti berbagai aktivitas pendidikan dan persekolahan sesuai program yang
telah ditetapkan.
Skema tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori
pembelajaran, tetapi juga mampu membaca situasi kelas, memahami karakteristik
peserta didik, mengenali budaya sekolah, serta melihat secara langsung
bagaimana lembaga pendidikan dikelola.
Jejaring Mitra Melibatkan Sekolah
hingga Instansi Pemerintah
Rapat konsinyering juga memperlihatkan luasnya jejaring kemitraan FITK
dalam mendukung program PLP.
Sejumlah lembaga pendidikan yang tercatat sebagai mitra antara lain MAN 1
Yogyakarta, MAN 2 Yogyakarta, MAN 1 Sleman, MAN 2 Sleman, MAN 3 Sleman, MAN 3
Bantul, MAN 4 Bantul, SMA IT Abu Bakar Yogyakarta, SMA Kolombo, SMA
Muhammadiyah, sejumlah SMA Negeri di wilayah Yogyakarta, Sleman, dan Bantul,
SMP Global Islamic School (GIS) 3 Yogyakarta, MTs Negeri, hingga MI Ma'arif
Sembego.
Kemitraan juga melibatkan sejumlah instansi dan lembaga lain, seperti
Kementerian Agama RI, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan sejumlah
kabupaten di DIY, Kanwil Kementerian Agama DIY, Pesantren Joglo Alit, Balai
Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY serta
kabupaten/kota, International Office UIN Sunan Kalijaga, dan Program Studi PPG
FITK UIN Sunan Kalijaga.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa PLP tidak hanya
menjadi program internal fakultas. Pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi antara
perguruan tinggi, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan
lainnya.
Pastikan Mahasiswa Siap Terjun ke
Lapangan
Sebelum mengikuti PLP, mahasiswa juga harus memenuhi sejumlah
persyaratan. Mereka harus berstatus sebagai mahasiswa aktif FITK pada semester
berjalan, telah menempuh mata kuliah microteaching dengan nilai minimal B,
mengisi pakta integritas peserta PLP, mengikuti prosedur survei PLP, serta
mencantumkan PLP dalam Kartu Rencana Studi (KRS).
Melalui konsinyering tersebut, FITK berupaya memastikan seluruh unsur
yang terlibat memahami tugas dan mekanisme masing-masing sebelum mahasiswa
diterjunkan ke lembaga mitra.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Sejumlah
persoalan teknis terkait pelaksanaan PLP dibahas bersama sebagai bagian dari
persiapan menghadapi Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Dengan koordinasi yang semakin kuat antara fakultas, DPL, Laboratorium
Pendidikan, dan lembaga mitra, PLP diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman
praktik mengajar. Lebih jauh, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk
membangun kompetensi dan memahami secara langsung realitas dunia pendidikan
sebelum nantinya terjun sebagai pendidik profesional.
