![]() |
| Polsri bersama Bank Sampah Kenanga dan Amanah berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama riset. |
PALEMBANG — Politeknik Negeri Sriwijaya menandatangani nota kesepahaman dengan dua mitra penelitian, Bank Sampah Kenanga dan Bank Sampah Amanah, pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di Gedung Graha Pendidikan Polsri, Palembang. Penandatanganan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Polsri ke-44.
Naskah kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., bersama Direktur Bank Sampah Kenanga, Nyimas Eli Agustina, S.E., dan Direktur Bank Sampah Amanah, Andi Wijaya, S.Si., M.Si. Ketiganya mewakili lembaga masing-masing dalam kemitraan yang akan berjalan pada kawasan Anak Sungai Sekanak, Kelurahan 27 Ilir.
Kesepahaman tersebut menjadi payung pelaksanaan program Living Lab Sekanak Connect, sebuah penelitian terapan Polsri yang mengembangkan model pengelolaan sungai perkotaan berbasis komunitas dan teknologi. Program ini dipimpin oleh Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., dari Jurusan Teknik Elektro, dengan anggota tim yang berasal dari empat rumpun keilmuan, yaitu Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Kimia, dan Manajemen Informatika.
Program Living Lab Sekanak Connect tersebut merupakan bagian dari Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) yang diinisiasi oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pelaksanaan program ini mendapat dukungan pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Melalui kesepahaman ini, kedua bank sampah berperan sebagai simpul operasional di tingkat warga. Keduanya akan menjadi lokasi penerapan aplikasi bank sampah digital, penyedia data transaksi dan volume sampah non-organik, serta mitra pendampingan warga dalam kegiatan pemilahan sampah rumah tangga. Polsri pada bagiannya menyediakan pengembangan teknologi, pendampingan teknis, pelatihan, dan evaluasi program berbasis data.
Selain kedua bank sampah, program Living Lab Sekanak Connect juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Kecamatan Ilir Barat II, Kelurahan 27 Ilir, serta mitra industri Grootech. Struktur kemitraan tersebut disusun agar unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja pada satu kerangka yang sama.
Kegiatan penandatanganan yang berlangsung di sela peringatan Dies Natalis ke-44 tersebut sekaligus menegaskan arah pengembangan kerja sama Polsri, yaitu memperluas kemitraan dengan lembaga masyarakat dan usaha mikro sebagai bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Kerja sama dengan lembaga berbasis warga dinilai penting agar hasil riset terapan dapat langsung diuji dan dimanfaatkan pada konteks nyata.
Tahapan lanjutan setelah penandatanganan mencakup penyusunan perjanjian kerja sama teknis, pembentukan Tim Pengelola Lingkungan Sekanak bersama Kelurahan 27 Ilir, pemasangan perangkat pemantauan di titik rawan pembuangan, serta digitalisasi pencatatan transaksi pada kedua bank sampah. Seluruh kegiatan tersebut direncanakan berjalan sepanjang tahun 2026 sebagai fase inti program.
