Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting

Program KKN Undip mengajak warga Desa Blumbang mengolah jagung lokal menjadi bubur bergizi sekaligus membuka peluang usaha dan mendukung pencegahan stunting.

Kitanotice, Boyolali – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, menggagas program inovatif berupa pengolahan jagung lokal menjadi bubur jagung bergizi. Program ini lahir dari hasil observasi potensi dan permasalahan desa, di mana jagung menjadi hasil panen melimpah namun selama ini hanya dijual mentah tanpa nilai tambah, sementara desa masih menghadapi risiko stunting pada balita.

Dari sisi perencanaan produksi, Farida Shobaria, mahasiswa program studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi, menyusun kajian mengenai perencanaan kebutuhan bahan baku produksi bubur jagung. Kajian ini disusun agar warga memiliki gambaran konkret sebelum memulai usaha, mulai dari target jumlah cup yang akan diproduksi hingga estimasi kebutuhan bahan baku seperti jagung, gula, dan bahan pendukung lain sesuai skala produksi yang diinginkan. Dengan perhitungan ini, warga tidak lagi menerka-nerka jumlah bahan yang harus dibeli, sehingga produksi bisa berjalan lebih efisien dan minim pemborosan.

Hasil kajian tersebut dikemas dalam bentuk leaflet perencanaan produksi yang dibagikan langsung kepada warga, berisi simulasi kebutuhan bahan baku untuk beberapa skala produksi, misalnya untuk 20 cup, 50 cup, hingga 100 cup bubur jagung. Leaflet ini dirancang agar mudah dipahami dan bisa langsung dijadikan acuan oleh warga saat ingin memulai produksi dalam skala rumah tangga.

Program ini diperkenalkan kepada warga dalam Sosialisasi Pembuatan Bubur Jagung sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga sekaligus Pemberdayaan Perempuan melalui Pemanfaatan Potensi Lokal. Kegiatan ini berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Desa Blumbang, dengan mengundang kader dan anggota PKK setempat.

Salah satu ibu PKK yang hadir mengaku terbantu dengan adanya leaflet perencanaan produksi tersebut. "Kalau sebelumnya kami bingung mau beli bahan berapa banyak, sekarang tinggal lihat leaflet-nya saja. Jadi lebih gampang kalau mau coba produksi sendiri di rumah," ujarnya.

Kader PKK lain turut menyampaikan apresiasi serupa. Ia menilai perhitungan kebutuhan bahan baku ini membuat rencana usaha bubur jagung terasa lebih realistis untuk mulai dijalankan, tidak hanya sekadar wacana.

Program ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals, yakni SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui pencegahan stunting, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera lewat peningkatan gizi keluarga, SDG 5 Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan ekonomi perempuan, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi lewat pembukaan peluang usaha baru bagi warga desa.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. techn. Ir. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
  • Warga Desa Blumbang Diajak Olah Jagung Jadi Bubur Bergizi untuk Cegah Stunting
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad