Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga

Sesi Dokumentasi KKN-R Undip Tim II Tahun 2026 Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Kwasen

Desa Kwasen, [05/08/2026] — Mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Tahun 2026, Maharani Ayuk Prastyawati dari FKM UNDIP menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai keamanan pangan skala rumah tangga bertajuk “Dapur Aman, Keluarga Sehat” kepada ibu-ibu PKK di Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 05 Agustus 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam proses penanganan, pengolahan, dan penyimpanan makanan di rumah tangga dengan cara yang dapat mencegah terjadinya penyakit akibat pangan (foodborne disease).

Keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Pangan yang tidak ditangani dengan baik dapat terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, bahan kimia, maupun benda asing yang berpotensi menyebabkan penyakit akibat pangan seperti diare, keracunan makanan, gangguan tumbuh kembang anak, infeksi saluran pencernaan, bahkan penyakit seperti Hepatitis A. Kelompok seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah juga memiliki risiko lebih besar mengalami dampak yang lebih berat akibat pangan yang tidak aman.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan 5 Keys to Safer Food dari World Health Organization (WHO) sebagai panduan sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Lima prinsip tersebut meliputi menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menyimpan makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

Materi disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dengan mengaitkan setiap prinsip keamanan pangan dengan kebiasaan yang sering dilakukan di dapur rumah tangga. Peserta diajak memahami pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah makanan, menjaga kebersihan meja dan peralatan dapur, serta menggunakan talenan dan pisau secara tepat untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang antara bahan pangan mentah dan makanan siap santap.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik langsung agar peserta dapat lebih mudah memahami penerapan keamanan pangan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah demonstrasi enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun.

Peserta juga diperkenalkan dengan simulasi kontaminasi silang untuk menunjukkan bagaimana mikroorganisme dari bahan pangan mentah dapat berpindah ke makanan lain melalui tangan, pisau, talenan, maupun permukaan dapur yang tidak dibersihkan dengan baik.

Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai penyimpanan makanan, mahasiswa juga menjelaskan pentingnya menjaga makanan pada suhu yang aman. Makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, makanan yang belum akan dikonsumsi perlu disimpan dengan cara yang tepat, sedangkan makanan yang akan dikonsumsi harus dimasak hingga matang.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Ibu-ibu PKK diberikan berbagai contoh situasi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, kemudian diajak mengidentifikasi apakah praktik tersebut sudah aman atau masih berpotensi menyebabkan kontaminasi pangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka di rumah.

Melalui kegiatan “Dapur Aman, Keluarga Sehat”, mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2026 berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak makanan hingga matang, menyimpan makanan dengan benar, serta menggunakan air dan bahan pangan yang aman merupakan langkah penting dalam melindungi keluarga dari penyakit akibat pangan.

Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat melalui penerapan keamanan pangan mulai dari lingkungan terkecil, yaitu dapur rumah tangga. Dengan dapur yang aman, diharapkan tercipta keluarga yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
  • Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Desa Kwasen Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad