Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya

Tim UPN “Veteran” Jawa Timur mendampingi anggota PKK Kelurahan Balasklumprik dalam proses pelatihan dan praktik urban farming hidroponik.

SURABAYA — Lahan terbatas di kawasan perkotaan tidak menghalangi upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mendorong pemanfaatan lahan perkotaan melalui program urban farming berbasis teknologi ramah lingkungan di Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UPN Mengabdi tersebut menyasar kelompok PKK Kelurahan Balasklumprik. Masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan budidaya hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique (DFT) yang dipadukan dengan pemanfaatan energi tenaga surya.

Program bertajuk “Penguatan Ketahanan dan Kemandirian Pangan Melalui Implementasi Urban Farming Berbasis Green Technology pada Kelompok PKK Kelurahan Balasklumprik Wiyung Kota Surabaya” itu diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan ruang yang tersedia sebagai sumber pangan sekaligus membuka peluang kegiatan produktif.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada pemasangan instalasi hidroponik. Anggota PKK mendapatkan sosialisasi, pelatihan persemaian, pelatihan perawatan tanaman, penerapan teknologi, pendampingan hingga proses pemanenan.

Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengetahui cara menanam secara hidroponik, tetapi juga mampu merawat dan mengelola instalasi secara mandiri setelah program selesai.

Ketua tim PKM, Prof. Dr. Ir. Hamidah Hendrarini, M.Si., mengatakan penerapan urban farming di kawasan perkotaan menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga.

Program tersebut juga melibatkan dosen Firza Prima Aditiawan, S.Kom., M.T.I. dan Dwiyana Anela Kurniasari, S.P., M.Si., serta mahasiswa Agi Yusuf Burhan Haryono dan Hafidz Wahyu Ramadhan.

Kolaborasi dosen dan mahasiswa itu memadukan sejumlah bidang keahlian, mulai dari agribisnis dan teknologi informasi hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Penggunaan teknologi tenaga surya menjadi salah satu aspek penting dalam program tersebut. Energi matahari dimanfaatkan untuk mendukung operasional instalasi hidroponik sehingga kegiatan budidaya tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga memperkenalkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Bagi kelompok PKK, keberadaan urban farming diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Hasil tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara pengelolaan secara produktif berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian penting dalam program ini. Anggota PKK didorong meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki kapasitas lebih besar dalam mengelola kegiatan produktif berbasis pangan dan teknologi.

UPN “Veteran” Jawa Timur mengaitkan program tersebut dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada aspek SDG 1 atau Tanpa Kemiskinan, urban farming diarahkan untuk membuka kegiatan produktif dan peluang ekonomi dari hasil budidaya. Sementara SDG 2 atau Tanpa Kelaparan didukung melalui peningkatan akses keluarga terhadap pangan segar serta penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Pemberdayaan anggota PKK, khususnya perempuan, menjadi bagian dari kontribusi terhadap SDG 5 tentang Kesetaraan Gender. Melalui pelatihan dan pendampingan, perempuan mendapatkan ruang untuk meningkatkan keterampilan, partisipasi, dan kapasitas dalam kegiatan produktif.

Sementara pemanfaatan tenaga surya dalam instalasi hidroponik menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau.

Konsep tersebut membuat program tidak hanya berbicara mengenai kegiatan bercocok tanam. Urban farming dikembangkan sebagai pendekatan yang menggabungkan aspek pangan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, teknologi, dan lingkungan.

Keberlanjutan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program. Setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan, kelompok PKK diharapkan mampu melanjutkan pengelolaan instalasi hidroponik secara mandiri.

Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun tidak berhenti sebagai proyek pengabdian, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan sekaligus menjadi sarana belajar bagi masyarakat.

UPN “Veteran” Jawa Timur berharap model urban farming berbasis green technology tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan perkotaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui program UPN Mengabdi ini, perguruan tinggi tidak hanya membawa inovasi teknologi ke tengah masyarakat, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungan sendiri.

Di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, hidroponik dan energi tenaga surya menjadi kombinasi yang ditawarkan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih adaptif. Pada saat yang sama, keterlibatan kelompok PKK membuka ruang bagi perempuan untuk menjadi bagian penting dalam pengelolaan pangan dan kegiatan produktif di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
  • UPN Jatim Dorong Ketahanan Pangan Warga Surabaya lewat Urban Farming Tenaga Surya
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad