Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes

Ilustrasi Petugas Puskesmas Lebak Wangi memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi untuk mendukung persalinan aman di fasilitas kesehatan.

SERANG, BANTEN — Upaya mencegah keterlambatan penanganan saat persalinan terus dilakukan UPT Puskesmas Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Salah satunya dengan mendorong ibu hamil dan keluarga agar memilih fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sebagai tempat persalinan.

Di bawah kepemimpinan drg. Chris, Puskesmas Lebak Wangi memperkuat edukasi sekaligus pelayanan kepada ibu hamil sejak masa kehamilan. Langkah ini dilakukan untuk membangun kesadaran bahwa persalinan perlu dipersiapkan jauh sebelum tanda-tanda kelahiran muncul.

Ibu hamil didorong rutin menjalani pemeriksaan antenatal care (ANC). Selain itu, edukasi diberikan melalui kelas ibu hamil dan konseling mengenai persiapan persalinan.

Tak hanya ibu, suami dan anggota keluarga juga dilibatkan dalam proses tersebut. Keterlibatan keluarga dinilai penting karena keputusan untuk mencari pertolongan harus dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kondisi yang tidak diharapkan.

“Kita tidak ingin ibu baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah mendesak. Persalinan harus dipersiapkan sejak awal, termasuk tempat melahirkan, transportasi, pendamping, pembiayaan, dan rencana jika sewaktu-waktu membutuhkan rujukan,” ujar drg. Chris.

Menurut Chris, persalinan di fasilitas kesehatan memungkinkan kondisi ibu dan bayi dipantau oleh tenaga kesehatan. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pertolongan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan proses rujukan bisa segera dilakukan.

Puskesmas Lebak Wangi pun berupaya menempatkan layanan persalinan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Peran puskesmas tidak berhenti ketika ibu datang untuk melahirkan, tetapi dimulai sejak kehamilan hingga masa setelah persalinan.

Setelah melahirkan, ibu tetap mendapatkan pelayanan masa nifas dan konseling, termasuk pelayanan keluarga berencana (KB) pascapersalinan. Sementara itu, bayi mendapatkan pelayanan kesehatan awal, imunisasi, serta skrining kesehatan, termasuk Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Puskesmas juga membantu keluarga dalam pemenuhan administrasi kependudukan bayi. Dengan begitu, kebutuhan kesehatan dan administrasi dasar bayi dapat mulai dipenuhi sejak awal kehidupannya.

Di sisi lain, Puskesmas Lebak Wangi berusaha memberikan pengalaman yang lebih personal bagi ibu dan keluarga. Salah satu bentuknya adalah menyediakan dokumentasi foto gratis bagi setiap ibu yang melahirkan di puskesmas tersebut.

Momen ketika orang tua pertama kali bertemu dengan buah hati diabadikan sebagai kenangan bagi keluarga.

“Kami ingin ibu merasa aman dan nyaman. Melahirkan memang merupakan proses medis, tetapi bagi sebuah keluarga, kelahiran seorang anak adalah peristiwa yang sangat besar. Karena itu, kami ingin pelayanan di Puskesmas juga meninggalkan pengalaman yang baik dan berkesan,” kata Chris.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan persalinan di fasilitas kesehatan. Menurut Chris, meningkatkan kesadaran masyarakat tidak cukup hanya melalui imbauan.

Kualitas dan kenyamanan pelayanan juga harus menjadi bagian dari upaya tersebut.

Karena itu, Puskesmas Lebak Wangi terus memperkuat layanan yang aman, nyaman, dekat, dan terjangkau. Masyarakat dapat memperoleh pelayanan persalinan normal oleh tenaga kesehatan, perawatan masa nifas, KB pascapersalinan, imunisasi bayi, skrining bayi, hingga rujukan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Kami tidak sekadar ingin meningkatkan angka persalinan di Puskesmas. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan. Ketika masyarakat percaya bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi, mereka akan menjadikan fasilitas kesehatan sebagai pilihan utama untuk melahirkan,” ujar Chris.

Puskesmas Lebak Wangi juga mengingatkan bahwa proses persalinan tidak selalu dapat diprediksi. Kehamilan yang selama ini berjalan normal tetap membutuhkan pemantauan dan persiapan.

Perubahan kondisi dapat terjadi dengan cepat. Karena itu, kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, serta akses menuju tempat pertolongan menjadi bagian penting dalam menghadapi persalinan.

Keluarga juga diharapkan tidak menunda mencari pertolongan ketika muncul tanda bahaya. Keputusan yang cepat dapat membantu ibu mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

Pesan tersebut disampaikan melalui gerakan “Yuk, Lahirkan Buah Hati di Puskesmas Lebak Wangi”. Melalui gerakan ini, ibu hamil dan keluarga diajak menentukan rencana persalinan sejak dini.

Mulai dari menentukan tempat melahirkan, menyiapkan transportasi, memastikan adanya pendamping, hingga mengetahui kapan harus segera menuju fasilitas kesehatan.

Bagi Chris, setiap persalinan memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Namun, persiapan dan akses terhadap pertolongan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“Harapan kami sederhana: jangan sampai ada ibu yang terlambat mendapatkan pertolongan karena terlambat mengambil keputusan. Mari persiapkan persalinan sejak dini dan jadikan fasilitas kesehatan sebagai pilihan utama. Karena yang kita jaga bukan hanya proses kelahirannya, tetapi keselamatan ibu dan bayi,” tutur Chris.

Dengan memperkuat pelayanan sejak masa kehamilan, persiapan persalinan, proses kelahiran, masa nifas, KB pascapersalinan, imunisasi, skrining bayi hingga dukungan administrasi kependudukan, Puskesmas Lebak Wangi ingin menghadirkan pelayanan yang lebih utuh bagi keluarga.

Bagi puskesmas, persalinan bukan sekadar momen ketika bayi lahir. Di baliknya terdapat dua kehidupan yang harus dipastikan mendapatkan pertolongan dan pelayanan yang tepat, yakni ibu dan bayi.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
  • Tak Mau Ibu Terlambat Ditolong, Puskesmas Lebak Wangi Dorong Persalinan di Fasyankes
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad