![]() |
| Ayah dan anak menunjukkan hasil kegiatan bersama sebagai bagian dari momen berharga BERGEMA 2026. |
MAJALENGKA — Sebanyak 137 peserta mengikuti kegiatan BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama) 2026 yang digelar Komunitas Ibu Profesional Cirebon Raya bersama The Human Safety Net Indonesia (THSN) di Samoja Coffee, Kabupaten Majalengka.
Peserta terdiri atas 45 ayah, 43 ibu, dan 51 anak. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus memperkuat kedekatan emosional antara ayah dan anak melalui aktivitas bermain bersama.
Mengusung konsep Petualangan Mencari Harta Karun, kegiatan utama mengajak ayah dan anak menyelesaikan sejumlah tantangan secara berpasangan.
PIC Acara BERGEMA, Ashriati Nur Karimah, mengatakan antusiasme para ayah terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat langsung dalam berbagai permainan dan bekerja sama dengan anak untuk menyelesaikan setiap misi.
“Sepanjang acara, antusiasme para ayah terlihat sangat tinggi. Bekerja sama dengan anak untuk menyelesaikan semua permainan. Para ibu pun terlihat berbinar dan bangga melihat ayah bisa bermain bersama dengan anak secara utuh selama sesi permainan,” ujar Ashriati.
Ayah dan Anak Selesaikan Tiga Misi
Dalam permainan tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan warna, yakni Biru, Pink, dan Kuning. Setiap pasangan ayah dan anak kemudian memperoleh Peta Petualangan yang digunakan untuk menyelesaikan misi di tiga pos.
Ketiga pos tersebut menghadirkan aktivitas melipat origami, menyusun puzzle, dan memainkan berbagai permainan tradisional.
Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan mendapatkan stamp pencapaian pada peta petualangan masing-masing peserta.
Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi permainan, tetapi juga menghadirkan sejumlah momen interaksi antara ayah dan anak. Para ayah terlihat mendampingi anak ketika menghadapi tantangan, termasuk saat anak merasa tidak nyaman dan mencari ibunya.
Interaksi juga berlangsung antarpeserta. Sejumlah ayah saling membantu menyelesaikan permainan, sementara sebagian lainnya berinisiatif mencari cara kreatif agar permainan lebih menarik bagi anak.
Setelah seluruh misi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi. Ayah dan anak diminta mengisi papan perasaan untuk mengungkapkan emosi mereka setelah mengikuti rangkaian aktivitas bersama.
Komitmen untuk melanjutkan kebiasaan tersebut di rumah kemudian dituangkan melalui Wall of Commitment. Para ayah menuliskan janji pada pohon komitmen sebagai bentuk kesediaan untuk menyediakan lebih banyak waktu bermain dan beraktivitas bersama anak.
Ibu Mengikuti Mom Corner Pandu 45
Saat ayah dan anak mengikuti permainan, para ibu mengikuti sesi Mom Corner Pandu 45. Sesi tersebut diisi oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Bapak Dodik Mariyanto.
Melalui sesi ini, para ibu mendapatkan materi mengenai penguatan peran orang tua, pendampingan tumbuh kembang anak, serta upaya menjaga ritme kebahagiaan dalam keluarga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsep BERGEMA yang tidak hanya menempatkan anak sebagai peserta, tetapi juga memberikan ruang bagi ayah dan ibu untuk belajar serta membangun keterlibatan dalam kehidupan keluarga.
Peserta Sebut BERGEMA Jadi Titik Balik
Dampak kegiatan turut dirasakan oleh sejumlah peserta. Mya Pasca Samya mengaku bahagia melihat suami dan anaknya memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat berlanjut menjadi kebiasaan ketika keluarga kembali menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.
Peserta lainnya, Hesty, menyebut BERGEMA menjadi titik balik bagi keluarganya dalam membangun kedekatan antara ayah dan anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dorongan untuk terus belajar menjadi orang tua dan lebih aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Ade Chandra Sutrisna mengaku mendapatkan kesadaran baru mengenai terbatasnya waktu bersama anak akibat kesibukan pekerjaan. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, ia berkomitmen untuk lebih aktif menyediakan waktu bagi anak.
Kesan positif juga disampaikan Shakila Nur Adzkiya, peserta berusia empat tahun. Ia mengaku senang dapat bermain puzzle, membuat origami, dan mengikuti permainan tradisional bersama ayahnya.
Shakila juga berharap dapat kembali melakukan berbagai aktivitas bersama sang ayah di rumah dan menyebut ayahnya sebagai sosok yang keren.
BERGEMA 2026 menjadi bagian dari upaya Ibu Profesional Cirebon Raya dalam mendorong keterlibatan aktif ayah atau fatherhood dalam pengasuhan anak. Melalui kegiatan berbasis permainan dan pembelajaran keluarga, komunitas tersebut berharap semakin banyak orang tua yang menjadikan waktu bersama anak sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Tempo, Cantika, KB Homepimpa Montessori, ThreeGha Rajutan, D&B Culinary, Syahidah Indonesia, Sigana Ayam, Tumbuh Aksara, Ruang Teduh, Roti Wangi, Edelweis, LooknShop, Jedantara Coffee, Hulya Care, Kopi Apik, Ruang Rilis Manis, Taman Hati, Mafatih Learning Center, Tafko, Digital Mulia Printing, Hurray Food, dan BSI Majalengka Abdul Halim.
Melalui BERGEMA, Ibu Profesional Cirebon Raya berharap dapat terus menginspirasi keluarga di wilayah Cirebon Raya untuk membangun keterlibatan ayah dalam pengasuhan secara konsisten demi mendukung tumbuh kembang anak.
