Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa

Foto Bersama Salahsatu Sekolah Peserta Outing Class

GOWA – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, lingkungan usaha budidaya jamur dikembangkan menjadi laboratorium alam yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para pelajar.

Program tersebut digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Usaha Jamur Melalui Program Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Kontekstual Sains dan Kewirausahaan bagi Pelajar di Kabupaten Gowa.”

Kegiatan ini melibatkan Spora Home, kelompok usaha jamur di Kabupaten Gowa, sebagai mitra sekaligus lokasi pelaksanaan laboratorium alam. Lingkungan budidaya jamur tidak hanya digunakan sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk memahami konsep sains berdasarkan kondisi nyata.

Belajar IPA dari Proses Budidaya Jamur

Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam program PKM UNM adalah Lembar Kegiatan Laboratorium Alam berbasis digital yang disesuaikan dengan kurikulum SMP.

Media pembelajaran tersebut dirancang agar siswa dapat menghubungkan materi IPA yang diperoleh di sekolah dengan berbagai fenomena yang mereka temui secara langsung selama berada di lingkungan budidaya jamur.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk melakukan pengamatan, identifikasi, pencatatan data, diskusi, hingga menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Pendekatan ini membuat pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual dan tidak hanya berorientasi pada teori.

Melalui pengalaman langsung, peserta didik juga dilatih mengembangkan keterampilan proses sains, berpikir kritis, serta kemampuan memecahkan masalah.

Outing Class di Spora Home

Implementasi laboratorium alam dilakukan melalui kegiatan outing class yang diikuti sejumlah sekolah. Para pelajar mendapatkan kesempatan belajar di luar kelas dengan menjadikan lingkungan usaha budidaya jamur di Spora Home sebagai sumber pembelajaran.

Siswa diperkenalkan dengan berbagai tahapan budidaya jamur, mulai dari kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan, media tanam, proses pemeliharaan hingga hasil produksi.

Setiap aktivitas kemudian dikaitkan dengan materi IPA yang relevan pada jenjang SMP. Dengan demikian, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep sains yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Kewirausahaan Sejak Dini

Selain pembelajaran IPA, program ini juga memberikan pengenalan mengenai kewirausahaan kepada pelajar.

Budidaya jamur diperkenalkan sebagai salah satu contoh nyata bagaimana pengetahuan dan keterampilan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.

Siswa mendapatkan gambaran bahwa kreativitas, inovasi, pengetahuan, serta keterampilan dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan wawasan kewirausahaan sejak dini.

Pembelajaran juga memperlihatkan keterkaitan antara ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Spora Home Berpotensi Menjadi Ruang Edukasi

Bagi Spora Home sebagai mitra, pengembangan usaha menjadi laboratorium alam memberikan manfaat dalam memperluas fungsi lokasi budidaya jamur.

Selain menjadi tempat produksi, Spora Home berpotensi dikembangkan sebagai ruang edukasi berbasis lingkungan dan kewirausahaan bagi sekolah maupun masyarakat.

Konsep tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan layanan edukasi yang dapat mendukung keberlanjutan usaha mitra.

Kolaborasi Kampus, Sekolah dan Pelaku Usaha

Program PKM UNM menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pelaku usaha dalam menciptakan model pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

Laboratorium alam dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran kontekstual karena memungkinkan siswa memperoleh pengalaman secara langsung sekaligus memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan dan dunia usaha.

Tim PKM Universitas Negeri Makassar berharap program yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh mitra serta menjadi salah satu model pembelajaran kontekstual bagi pelajar di Kabupaten Gowa.

Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar melalui dukungan pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah mendukung pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
  • Siswa SMP Belajar IPA dan Kewirausahaan melalui Laboratorium Alam Usaha Jamur di Gowa
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad