![]() |
| Serunya BERGEMA di Banjarbaru, Bapak dan Anak Bermain Permainan Tradisional Banjar |
BANJARBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti Kota Banjarbaru pada Minggu (30/8/2026) tidak menyurutkan semangat puluhan keluarga untuk mengikuti kegiatan Berbagi Bergerak Bersama (BERGEMA). Bertempat di Amanah Borneo Park, kegiatan tersebut menghadirkan suasana hangat melalui berbagai aktivitas yang mendorong keluarga untuk bergerak, bermain, dan menghabiskan waktu bersama.
BERGEMA diikuti oleh 20 keluarga yang terdiri dari 25 ibu, 20 bapak, dan 40 anak. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ibu Profesional Kalimantan Selatan dengan dukungan penuh dari The Human Safety Net Indonesia (THSN Indonesia).
Sejak awal kegiatan, suasana ceria sudah terasa ketika para peserta diajak bernyanyi dan bergerak bersama Homi dan Beebo, dua maskot BERGEMA yang masing-masing berbentuk gajah dan lebah. Aktivitas tersebut dipandu oleh Gt. Nadya Safitri dan Fatiha sebagai pembawa acara.
Antusiasme peserta semakin meningkat saat Sekretaris Regional Ibu Profesional Kalimantan Selatan Dewi Sri Khamidah dan Ketua Pelaksana BERGEMA Sry Hardyanti menyampaikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa BERGEMA dan learning kit dari The Human Safety Net Indonesia kepada 10 anak terpilih.
Memasuki rangkaian utama, peserta dibagi dalam dua aktivitas. Para ibu mengikuti kegiatan di dalam aula melalui mom's corner, sementara para bapak dan anak menghabiskan waktu bersama di area outdoor dengan berbagai permainan tradisional Banjar.
Di mom's corner, para ibu mengikuti workshop bertema "Game Based Learning" yang dipandu oleh Biyung Ratna dan Bune Yani dari tim BERGEMA Nasional. Dalam kegiatan tersebut, para ibu diajak membuat permainan sederhana yang dapat diterapkan untuk membangun interaksi dan kebersamaan bersama keluarga.
Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti berbagai permainan, mulai dari membuat menara menggunakan sedotan, bermain peran, hingga permainan sederhana lainnya. Menariknya, sebagian besar peserta sebelumnya belum saling mengenal. Namun, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan kerja sama.
Kegiatan tersebut membuat para ibu dapat berinteraksi lebih dekat. Mereka saling membantu menyelesaikan tantangan permainan hingga menciptakan suasana yang penuh tawa dan keakraban.
Sementara itu, area outdoor tidak kalah meriah. Para bapak dan anak diajak mengenal sekaligus memainkan sejumlah permainan tradisional Banjar. Peserta dibagi menjadi dua kelompok bernama Pampakin dan Tiwadak, kemudian berpindah dari satu pos permainan ke pos lainnya.
Salah satu permainan yang diperkenalkan adalah Balogo. Permainan tradisional Banjar tersebut dipandu oleh Komunitas Balogo Kampung Ohoy. Dalam permainan ini, peserta menggunakan campa atau bilah bambu sebagai tongkat untuk memukul logo, yakni benda berbentuk pipih yang umumnya dibuat dari bambu atau batok kelapa.
Para bapak dan anak mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung cara menggunakan campa dan memukul logo sesuai dengan aturan permainan. Aktivitas ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal permainan tradisional yang mungkin semakin jarang dimainkan dalam keseharian.
Permainan berikutnya adalah Badamprak yang dipandu oleh Maria Ulfah dan Elif Murniasih. Permainan tersebut menggunakan undas yang dapat berupa batu, kayu, maupun benda sederhana lainnya yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Para peserta diajarkan berbagai aturan Badamprak, mulai dari cara melempar undas, melompat pada kotak permainan, hingga mengikuti ketentuan ketika berhadapan dengan undas milik lawan.
Keseruan berlanjut pada permainan Cangkirikan. Uniknya, sebelum bermain para bapak dan anak terlebih dahulu diajak merakit sendiri alat permainan tersebut. Bahan yang digunakan cukup sederhana, seperti biji karet, stik es krim, benang, tusuk sate, dan karet.
Setelah dirakit, alat permainan tersebut kemudian digunakan dengan gerakan menyerupai baling-baling. Proses merakit hingga memainkan Cangkirikan membuat para bapak dan anak harus saling berkomunikasi dan bekerja sama.
Setelah puas mengikuti permainan tradisional, para peserta kemudian mengikuti permainan "Misi Mencari Ibu". Para bapak dan anak diminta bergerak mencari ibu masing-masing yang berada di area kegiatan. Setelah menemukan sang ibu, mereka kemudian memberikan pelukan.
Momen sederhana tersebut menjadi salah satu bagian yang paling hangat dalam kegiatan BERGEMA. Permainan yang terlihat sederhana mampu menghadirkan kedekatan emosional sekaligus mengingatkan pentingnya meluangkan waktu bersama keluarga.
Menjelang kegiatan berakhir, panitia memberikan sejumlah hadiah kepada keluarga peserta dengan berbagai kategori unik, seperti "Ayah Ter-Gercep Masuk WAG", "Ibu Ter-Aktif", dan "Keluarga yang Pertama Kali Datang".
Suasana hangat masih terasa hingga menjelang siang. Para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman bermain bersama keluarga, tetapi juga cerita baru dan pertemanan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang peserta, Dita, mengaku senang dapat mengajak keluarganya hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, BERGEMA memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menambah teman baru.
"Senang bisa mengajak semua keluarga hadir karena bisa menambah ilmu serta teman baru," ungkap Dita.
Kesan positif juga disampaikan Ardiansyah yang hadir bersama istri dan ketiga anaknya yang masih berusia dini. Ia menilai kebersamaan bersama anak merupakan momen yang sangat berharga.
"Merasa sangat positif, senang, dan luar biasa karena momen bersama anak tidak bisa diulang," ucap Ardiansyah.
Keceriaan juga terlihat dari para anak yang mengikuti berbagai permainan bersama ayah mereka. Salah satunya Syafiq yang mengaku senang dapat kembali bermain bersama sang bapak.
"Suka, semangat, dan senang sekali karena sudah lama tidak bermain bersama bapak," kata Syafiq.
Kegiatan BERGEMA terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk TEMPO dan CANTIKA serta sejumlah media partner lokal yang turut membantu menyebarluaskan semangat kebersamaan keluarga dalam kegiatan tersebut.
Berbagi Bergerak Bersama atau BERGEMA merupakan program Ibu Profesional yang bekerja sama dengan The Human Safety Net Indonesia. Program tersebut hadir dengan tujuan menyatukan kembali keluarga sebagai salah satu titik awal dalam membangun kekuatan bangsa.
Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan orang tua dan anak, BERGEMA berupaya menghadirkan ruang bagi keluarga untuk kembali berinteraksi secara langsung. Permainan tradisional Banjar yang dimainkan para bapak dan anak menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kedekatan sekaligus mengenalkan kembali permainan lokal kepada generasi muda.
Di sisi lain, para ibu mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dengan peserta lainnya melalui kegiatan di mom's corner. Perpaduan aktivitas tersebut membuat setiap anggota keluarga memiliki ruang untuk beraktivitas, tetapi tetap berada dalam satu suasana kebersamaan.
Bagi Ibu Profesional Kalimantan Selatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi mengenai pentingnya waktu bersama keluarga di tengah kesibukan sehari-hari. Kebersamaan yang sederhana melalui permainan, percakapan, dan aktivitas bersama dinilai memiliki arti penting dalam membangun hubungan yang semakin erat antara orang tua dan anak.
BERGEMA mengajak keluarga untuk kembali meluangkan waktu, bergerak bersama, bermain bersama, dan menikmati momen sederhana yang memiliki makna. Dari permainan tradisional hingga aktivitas kreatif, setiap kegiatan menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menciptakan kenangan bersama.
Semangat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak keluarga memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan, memperkuat komunikasi, dan menciptakan keluarga yang semakin solid dan kompak.
Berawal dari rumah untuk perubahan dunia.
.jpeg)