![]() |
| Ilustrasi karyawan dan mahasiswa yang terus belajar serta mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan dunia kerja. |
Kitanotice, Opini - Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin cepat, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang tidak bisa dianggap sepele. Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki ijazah atau nilai akademik yang tinggi, tetapi juga membutuhkan karyawan yang mampu beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan mau terus belajar.
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap
pendidikan formal sebagai ukuran utama kualitas seseorang. Pendidikan memang
penting karena memberikan dasar pengetahuan dan pola berpikir. Namun, ketika
seseorang masuk ke dunia kerja, kemampuan yang dibutuhkan menjadi lebih luas.
Seseorang bisa saja memiliki nilai akademik yang bagus, tetapi masih kesulitan
ketika harus bekerja dalam tim, menghadapi tekanan, berkomunikasi dengan
pelanggan, atau menyelesaikan masalah yang tidak pernah dipelajari di kelas.
Perubahan teknologi juga membuat kebutuhan
terhadap SDM semakin berkembang. Banyak pekerjaan sekarang sudah menggunakan
teknologi dan sistem digital. Karena itu, seseorang yang tidak mau belajar dan
mengikuti perubahan akan lebih sulit menyesuaikan diri. Menurut saya, kemampuan
untuk belajar hal baru justru menjadi salah satu modal penting bagi seorang
pekerja.
Namun, meningkatkan kualitas SDM bukan
hanya tanggung jawab individu. Perusahaan juga memiliki peran yang besar.
Perusahaan seharusnya tidak hanya menuntut karyawan untuk memiliki kemampuan
tertentu, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berkembang. Pelatihan,
evaluasi kerja, kesempatan belajar, dan lingkungan kerja yang mendukung dapat
membantu karyawan meningkatkan kemampuan mereka.
Selain keterampilan, sikap juga tidak kalah
penting. Tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kemampuan bekerja sama, dan
kemauan menerima kritik merupakan bagian dari kualitas SDM. Menurut saya,
kemampuan teknis yang tinggi akan lebih bermanfaat jika disertai dengan sikap
kerja yang baik.
Hal ini juga menjadi perhatian bagi
mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja. Kuliah seharusnya tidak
hanya digunakan untuk mengejar nilai. Mahasiswa juga perlu membangun pengalaman
melalui organisasi, kegiatan kampus, magang, kerja kelompok, maupun kegiatan
lainnya. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat belajar berkomunikasi,
membagi tugas, menghadapi perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab terhadap
pekerjaan.
Pada akhirnya, SDM berkualitas bukan
berarti seseorang harus sempurna dalam segala hal. SDM yang berkualitas menurut
saya adalah orang yang memiliki kemauan untuk berkembang, mampu beradaptasi
dengan perubahan, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Kemampuan
tersebut tidak muncul secara instan, tetapi dibentuk melalui pendidikan,
pengalaman, latihan, dan kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, membangun SDM yang berkualitas
seharusnya menjadi proses bersama antara individu, institusi pendidikan, dan
perusahaan. Jika setiap pihak memiliki peran dalam mengembangkan kemampuan
manusia, maka SDM tidak hanya menjadi tenaga kerja yang menjalankan pekerjaan,
tetapi juga dapat menjadi sumber ide, inovasi, dan perkembangan bagi
organisasi.
Disusun Oleh : Husnun Nada ‘Aisyah, Mahasiswa Universitas Pamulang
