Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya

Ilustrasi Pre Order Artinya Apa

Kitanotice, Jakarta - Pernah melihat keterangan pre-order saat membeli barang di toko online? Istilah ini sering muncul ketika seseorang memesan pakaian, sepatu, aksesori, buku, hingga produk elektronik yang belum tersedia untuk langsung dikirim.

Lantas, pre order artinya apa, bagaimana cara kerjanya, dan berapa lama barang harus ditunggu? Memahami istilah ini penting agar Anda tidak salah memperkirakan waktu pengiriman atau mengira barang yang dipesan bisa langsung diterima.

Artikel ini membahas arti pre-order, perbedaannya dengan open order, maksud pre-order di Shopee, contoh penggunaannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemesanan.

Daftar Isi

  • Pre order artinya apa?

  • Maksud pre-order di Shopee

  • Perbedaan pre-order dan open order

  • Pre-order berapa lama?

  • Contoh pre-order dalam kehidupan sehari-hari

  • Arti PO, barang pre-order, dan close pre-order

  • Tips aman membeli barang pre-order

Pre Order Artinya Apa?

Pre order artinya pemesanan suatu barang sebelum barang tersebut tersedia untuk langsung dibeli atau dikirim. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat dipahami sebagai pemesanan di muka.

Sistem pre-order memungkinkan pembeli memesan produk terlebih dahulu, sementara penjual menyiapkan barang sesuai pesanan, jadwal produksi, atau ketersediaan dari pemasok.

Misalnya, sebuah toko menjual tas dengan sistem pre-order karena produk tersebut harus didatangkan dari luar negeri. Pembeli dapat melakukan pemesanan sekarang, tetapi barang baru dikirim setelah tiba di gudang penjual.

Sistem ini juga sering digunakan untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan, seperti pakaian khusus, makanan, merchandise, dan buku edisi tertentu.

Ada beberapa ciri utama sistem pre-order:

  • Pemesanan dilakukan lebih awal: Pembeli memesan sebelum barang siap dikirim.

  • Ada waktu tunggu: Produk membutuhkan waktu untuk diproduksi, disiapkan, atau didatangkan.

  • Jadwal pengiriman ditentukan: Penjual biasanya memberikan perkiraan waktu barang siap dikirim.

  • Pembayaran mengikuti ketentuan penjual atau platform: Pembeli perlu memeriksa apakah pembayaran dilakukan penuh, dengan uang muka, atau menggunakan mekanisme lain yang tersedia.

Perlu dipahami bahwa pre-order bukan berarti barang pasti belum pernah diproduksi. Produk bisa saja sudah dibuat, tetapi belum tersedia di gudang atau belum masuk ke pasar.

Maksud Pre-Order di Shopee

Maksud pre-order di Shopee adalah produk yang dijual dengan mekanisme pemesanan yang membutuhkan waktu penyiapan lebih lama sebelum dikirim kepada pembeli.

Ketika menemukan produk berlabel pre-order, Anda sebaiknya tidak menganggap barang tersebut dapat langsung diproses seperti produk siap kirim. Penjual mungkin membutuhkan waktu untuk memproduksi barang, mengambil stok dari pemasok, atau menyelesaikan pesanan yang masuk.

Sebagai contoh, Anda membeli kaus khusus melalui Shopee. Penjual baru mencetak desain setelah menerima pesanan sehingga barang membutuhkan waktu penyiapan sebelum diserahkan kepada jasa pengiriman.

Berikut hal yang perlu diperhatikan saat membeli produk pre-order di Shopee:

  1. Periksa keterangan produk. Baca informasi mengenai waktu penyiapan dan perkiraan pengiriman yang dicantumkan penjual.

  2. Perhatikan estimasi pengiriman. Waktu penyiapan pesanan berbeda dari waktu perjalanan paket menuju alamat Anda.

  3. Baca ulasan pembeli. Ulasan dapat membantu Anda menilai pengalaman pelanggan sebelumnya, meskipun tidak menjamin hasil yang sama.

  4. Periksa ketentuan transaksi. Pastikan harga, spesifikasi, pilihan produk, dan ketentuan pembatalan dipahami sebelum membayar.

  5. Gunakan sistem transaksi resmi. Hindari pembayaran di luar platform jika hal tersebut membuat perlindungan transaksi menjadi berkurang.

Ketentuan operasional marketplace dapat berubah. Karena itu, periksa informasi terbaru pada aplikasi atau pusat bantuan resmi Shopee jika Anda membutuhkan kepastian mengenai batas waktu penyiapan, keterlambatan, maupun pembatalan pesanan.

[SARAN VISUAL: Screenshot ilustrasi halaman produk marketplace yang menunjukkan keterangan pre-order, estimasi pengiriman, harga, dan ulasan pembeli.]

Perbedaan Pre-Order dan Open Order

Pre-order dan open order merupakan istilah yang sering digunakan dalam jual beli online. Keduanya berkaitan dengan pemesanan, tetapi memiliki penekanan yang berbeda.

Pre-order berfokus pada pemesanan sebelum barang siap tersedia, sedangkan open order berarti pemesanan sedang dibuka dan penjual menerima pesanan dari pembeli.

Berikut perbandingannya.

Aspek

Pre-order

Open order

Arti

Pemesanan barang sebelum siap tersedia atau dikirim

Periode ketika pesanan dibuka

Fokus

Status atau mekanisme pemesanan barang

Kesempatan untuk melakukan pemesanan

Ketersediaan produk

Bisa masih diproduksi atau didatangkan

Bisa berupa barang siap kirim maupun produk pre-order

Waktu tunggu

Biasanya ada waktu penyiapan

Bergantung pada jenis produk dan ketentuan penjual

Contoh

Memesan sepatu sebelum stok tiba

Toko membuka pesanan sepatu untuk pelanggan

Contohnya, penjual sepatu membuka open order pada tanggal 1–7 November. Selama periode tersebut, pembeli dapat memesan sepatu yang ditawarkan.

Jika sepatu baru diproduksi setelah pesanan terkumpul, transaksi itu juga dapat menggunakan sistem pre-order. Artinya, satu produk dapat memiliki periode open order sekaligus mekanisme pre-order.

Jadi, kedua istilah ini tidak selalu bertentangan. Open order menjelaskan bahwa pemesanan sedang dibuka, sedangkan pre-order menjelaskan mekanisme pemesanan produk.

Pre-Order Berapa Lama?

Pre-order berapa lama? Jawabannya bergantung pada jenis barang, proses produksi, ketersediaan bahan, pengiriman dari pemasok, dan kebijakan penjual.

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua produk. Barang yang dibuat secara sederhana mungkin membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan produk impor atau barang yang diproduksi secara khusus.

Sebagai gambaran, berikut contoh durasi yang mungkin ditetapkan penjual. Angka ini merupakan ilustrasi, bukan standar waktu resmi untuk semua toko.

Durasi

Contoh keterangan

3–7 hari

Produk yang membutuhkan penyiapan relatif singkat

7–14 hari

Produk yang memerlukan proses produksi atau pengadaan

15–30 hari

Produk khusus atau barang yang membutuhkan waktu pengiriman lebih panjang

Lebih dari 30 hari

Produk dengan proses produksi atau pengadaan yang lebih kompleks

Sebelum membeli, pastikan Anda memahami kapan waktu tunggu mulai dihitung. Sebagian penjual dapat menghitungnya sejak pembayaran terkonfirmasi, sedangkan ketentuan lain mungkin menggunakan jadwal penutupan pesanan.

Selain itu, bedakan waktu penyiapan dengan waktu pengiriman. Jika penjual membutuhkan 14 hari untuk menyiapkan barang, paket masih memerlukan waktu tambahan untuk sampai ke alamat Anda.

Karena itu, tanyakan perkiraan tanggal barang siap dikirim, bukan hanya berapa lama proses pre-order berlangsung.

Pre-Order 30 Hari Artinya Apa?

Pre-order 30 hari artinya penjual memperkirakan proses penyiapan barang membutuhkan waktu hingga 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku pada produk tersebut.

Misalnya, Anda memesan jaket pada 1 November dan penjual mencantumkan estimasi penyiapan selama 30 hari. Barang mungkin baru siap dikirim sekitar akhir November atau awal Desember, bergantung pada cara penghitungan hari dan ketentuan penjual.

Namun, keterangan tersebut tidak otomatis berarti paket akan sampai tepat pada hari ke-30. Waktu pengiriman setelah paket diserahkan kepada kurir perlu diperhitungkan secara terpisah.

Sebelum melakukan pembayaran, tanyakan apakah durasi tersebut menggunakan hari kalender atau hari kerja. Pastikan pula bagaimana penjual menangani keterlambatan dan apakah tersedia pilihan pembatalan sesuai ketentuan transaksi.

Contoh Pre-Order dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh pre-order dapat ditemukan dalam berbagai jenis usaha. Sistem ini digunakan untuk mengatur produksi, mengumpulkan pesanan, atau memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memperoleh produk tertentu.

Berikut beberapa contohnya.

1. Pre-Order Pakaian

Sebuah toko membuka pemesanan jaket dengan desain khusus. Setelah periode pemesanan berakhir, penjual mulai memproduksi jaket sesuai jumlah dan ukuran yang dipesan pelanggan.

Pembeli perlu menunggu sampai proses produksi selesai sebelum barang dikirim.

2. Pre-Order Makanan

Penjual kue menerima pesanan untuk acara ulang tahun atau perayaan tertentu. Pelanggan memesan beberapa hari sebelumnya agar penjual dapat menyiapkan bahan dan membuat kue sesuai jadwal.

Dalam contoh ini, pre-order membantu penjual memperkirakan jumlah produksi dan mengurangi risiko makanan tersisa.

3. Pre-Order Buku

Penerbit membuka pemesanan buku sebelum tanggal peluncuran. Pembeli melakukan pemesanan lebih awal dan menerima buku sesuai jadwal distribusi yang ditetapkan.

Namun, ketentuan setiap penerbit berbeda. Pastikan tanggal pengiriman atau pengambilan buku dijelaskan secara transparan.

4. Pre-Order Barang Impor

Toko menawarkan aksesori yang belum tersedia di Indonesia. Pembeli memesan terlebih dahulu, kemudian penjual mengadakan barang dari pemasok luar negeri.

Durasi tunggu dapat dipengaruhi oleh proses pengadaan, pengiriman internasional, dan tahapan distribusi lainnya.

5. Pre-Order Merchandise

Komunitas atau penyelenggara acara membuka pemesanan kaus, pin, atau barang koleksi. Produk dapat dibuat berdasarkan jumlah pesanan yang terkumpul.

Pembeli sebaiknya memastikan ukuran, desain, harga, jadwal pemesanan, dan perkiraan pengiriman sebelum menyelesaikan transaksi.

Arti PO, Barang Pre-Order, dan Close Pre-Order

Dalam transaksi online, istilah pre-order sering disingkat menjadi PO. Selain itu, Anda mungkin menemukan istilah barang pre-order dan close pre-order pada katalog toko atau unggahan media sosial penjual.

Berikut penjelasannya.

PO Pre-Order Artinya Apa?

PO merupakan singkatan dari purchase order dalam sejumlah konteks bisnis, tetapi dalam percakapan jual beli online di Indonesia, PO juga lazim digunakan sebagai singkatan informal dari pre-order.

Karena itu, arti PO perlu disesuaikan dengan konteksnya. Dalam unggahan toko yang menawarkan pemesanan awal, tulisan “PO dibuka” umumnya berarti penjual sedang menerima pesanan pre-order.

Sementara itu, dalam dokumen pengadaan perusahaan, purchase order dapat merujuk pada dokumen pemesanan resmi antara pembeli dan pemasok.

Barang Pre-Order Artinya Apa?

Barang pre-order artinya produk yang dipesan terlebih dahulu dan belum tentu tersedia untuk langsung dikirim saat transaksi dilakukan.

Barang tersebut dapat berupa produk yang masih diproduksi, sedang didatangkan dari pemasok, atau dijadwalkan untuk dirilis pada waktu tertentu.

Status pre-order tidak otomatis menunjukkan bahwa produk berkualitas lebih baik atau lebih buruk. Pembeli tetap perlu memeriksa spesifikasi, reputasi penjual, dan ketentuan transaksi.

Close Pre-Order Artinya Apa?

Close pre-order artinya periode pemesanan pre-order telah ditutup. Setelah penutupan, penjual biasanya tidak lagi menerima pesanan melalui periode tersebut.

Misalnya, penjual membuka pre-order tas dari tanggal 1 sampai 10 November. Setelah tanggal 10 November, penjual mengumumkan “close PO” karena periode pemesanan sudah berakhir.

Meski demikian, penutupan pemesanan tidak selalu berarti seluruh barang sudah selesai diproduksi atau dikirim. Pesanan yang telah masuk mungkin masih harus diproses sesuai jadwal.

Jika Anda ingin membeli produk tersebut setelah pre-order ditutup, tanyakan apakah penjual akan membuka periode pemesanan berikutnya atau menyediakan stok reguler.

Tips Aman Membeli Barang Pre-Order

Membeli produk pre-order bisa menjadi pilihan praktis, tetapi Anda perlu memahami risiko waktu tunggu dan kemungkinan perubahan jadwal.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum memesan.

  1. Periksa reputasi penjual. Lihat ulasan, riwayat transaksi yang tersedia, dan tanggapan penjual terhadap keluhan pelanggan.

  2. Baca deskripsi produk secara menyeluruh. Pastikan ukuran, bahan, warna, jumlah, dan spesifikasi lainnya sesuai kebutuhan.

  3. Minta jadwal yang jelas. Ketahui perkiraan barang siap dikirim serta kemungkinan keterlambatan.

  4. Pahami ketentuan pembayaran. Periksa jumlah yang harus dibayar, kemungkinan uang muka, dan ketentuan pengembalian dana.

  5. Simpan bukti transaksi. Simpan informasi pesanan dan komunikasi yang relevan apabila diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

  6. Jangan mudah tergiur harga murah. Bandingkan harga dan periksa kewajaran penawaran sebelum memutuskan membeli.

  7. Gunakan kanal transaksi yang aman. Manfaatkan mekanisme pembayaran dan perlindungan yang tersedia pada platform tempat Anda bertransaksi.

Jika penjual tidak memberikan informasi yang jelas mengenai produk, jadwal, atau ketentuan pembayaran, pertimbangkan untuk menunda transaksi sampai mendapatkan penjelasan.

Kesimpulan

Pre order artinya pemesanan barang sebelum produk siap tersedia atau dikirim. Sistem ini banyak digunakan untuk produk yang masih diproduksi, barang impor, pakaian khusus, makanan, buku, dan merchandise.

Istilah lain juga perlu dipahami. Open order berarti pemesanan sedang dibuka, close pre-order berarti periode pemesanan ditutup, sedangkan PO dapat merujuk pada pre-order dalam percakapan jual beli atau purchase order dalam konteks bisnis formal.

Langkah praktis sebelum membeli adalah membaca deskripsi produk, memastikan estimasi penyiapan dan pengiriman, serta memahami ketentuan pembayaran dan pembatalan.

Apakah Anda pernah membeli barang dengan sistem pre-order dan mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari perkiraan? Bagikan pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
  • Pre Order Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad