Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis

Tim pengabdian masyarakat UPN bersama pemilik UMKM Somano

SURABAYA - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur mendorong pelaku UMKM berbasis olahan mangrove untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar UMKM Somano Surabaya, pelaku usaha yang mengolah potensi mangrove dari kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Dalam program bertajuk "Digitalisasi dan Implementasi Mesin Sealer Otomatis untuk Peningkatan Kualitas dan Umur Simpan Produk Olahan Mangrove UMKM Somano Surabaya", UPN Veteran Jawa Timur memadukan penerapan teknologi produksi dengan penguatan pemasaran digital.

UMKM Somano yang dikelola Karyono diketahui memproduksi sejumlah olahan berbahan mangrove, mulai dari sirup mangrove, sari buah mangrove, tepung mangrove hingga sambal mangrove.

Beragam produk tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pemanfaatan potensi lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk khas kawasan wisata mangrove Surabaya.

Namun, proses produksi yang dijalankan UMKM Somano sebelumnya masih menghadapi kendala pada tahap pengemasan.

Penyegelan kemasan yang dilakukan secara manual membuat hasil pengemasan belum selalu seragam. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kebocoran yang dapat memengaruhi kualitas produk selama penyimpanan.

Melalui program pengabdian ini, tim UPN Veteran Jawa Timur kemudian memperkenalkan mesin sealer otomatis sebagai teknologi tepat guna untuk membantu proses pengemasan.

Penggunaan mesin tersebut diharapkan membuat proses penyegelan berlangsung lebih cepat dan menghasilkan kemasan yang lebih presisi serta konsisten.

Selain meningkatkan efisiensi produksi, penggunaan teknologi sealer juga diarahkan untuk mendukung aspek kebersihan dan keamanan produk sehingga kualitas olahan mangrove dapat lebih terjaga.

Tidak hanya memberikan mesin, tim pengabdian juga melakukan pendampingan kepada pengelola UMKM Somano.

Mitra mendapatkan pelatihan pengoperasian mesin sekaligus penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengemasan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Evaluasi program dilakukan dengan melihat sejumlah indikator, antara lain kapasitas produksi, kualitas hasil penyegelan, tingkat kebocoran kemasan hingga potensi peningkatan umur simpan produk.

Karyono, pemilik UMKM Somano, menyambut baik dukungan teknologi yang diberikan UPN Veteran Jawa Timur.

"Kami berharap teknologi ini bisa membantu proses produksi Somano menjadi lebih cepat dan hasil kemasannya lebih rapi serta konsisten. Selama ini pengemasan masih menjadi salah satu kendala kami," ujar Karyono.

Ia juga berharap pendampingan yang diberikan tidak hanya berdampak pada proses produksi, tetapi turut membantu memperluas pemasaran produk Somano.

Selama ini, pemasaran produk UMKM Somano masih banyak mengandalkan penjualan langsung di kawasan wisata serta jaringan pelanggan lokal.

Melalui program tersebut, Somano mulai diarahkan untuk memanfaatkan kanal digital sebagai bagian dari pengembangan usahanya.

Pemanfaatan media sosial dan marketplace menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Selain itu, pengelolaan katalog produk, transaksi serta database pelanggan juga diarahkan agar dilakukan secara lebih terstruktur.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi produk olahan mangrove Somano untuk menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga pasar regional hingga nasional.

Program pengabdian ini diketuai Firza Prima Aditiawan dari bidang Informatika. Ia bekerja bersama Teguh Soedarto dari bidang Agribisnis dan Faisal Ashari dari bidang Teknik.

Kolaborasi lintas bidang tersebut membuat pendampingan tidak hanya berfokus pada pemberian alat, tetapi juga mencakup aspek produksi, pengelolaan usaha dan pemasaran.

Dengan dukungan tersebut, UMKM Somano ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas kemasan.

Risiko kebocoran kemasan juga diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas dan umur simpan produk menjadi lebih baik.

Di sisi pemasaran, pemanfaatan platform digital diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan peluang penjualan produk.

Bagi UPN "Veteran" Jawa Timur, pengembangan UMKM berbasis mangrove menjadi salah satu bentuk hilirisasi teknologi dan hasil riset agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Potensi mangrove yang selama ini identik dengan konservasi lingkungan juga dapat dikembangkan menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara tepat.

Melalui perpaduan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas produksi dan digitalisasi pemasaran, UMKM Somano diharapkan mampu naik kelas menjadi usaha yang lebih produktif, efisien dan kompetitif.

Di saat yang sama, pengembangan produk tetap mempertahankan identitas mangrove sebagai potensi lokal dan bagian dari kekayaan kawasan pesisir Surabaya.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
  • UPN Veteran Jatim Bantu UMKM Somano Naik Kelas dengan Mesin Sealer Otomatis
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad