![]() |
| Dokumentasi pribadi : Jerrica Idelia, mahasiswa Universitas Ciputra (UC). |
Surabaya — Tutup botol plastik yang biasanya berakhir di tempat sampah disulap menjadi detail busana oleh Jerrica Idelia, mahasiswa Universitas Ciputra (UC). Bersama kain korden bekas dari Saffier Decor, material tersebut diolah menjadi karya fashion bertajuk Fractured Elegance.
Jerrica tidak hanya memanfaatkan material bekas untuk mengurangi limbah. Ia juga menjadikan material tersebut sebagai bagian dari cerita yang ingin disampaikan melalui busana.
Karya Fractured Elegance terinspirasi dari visual dreamy pink cave, yang menggambarkan pertemuan antara suasana gelap dan cahaya. Konsep itu kemudian diterjemahkan menjadi cerita tentang seseorang yang melewati masa sulit, menemukan harapan, hingga mengalami pertumbuhan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa meskipun seseorang sedang berada dalam keadaan sulit atau gelap, tetap ada kesempatan untuk tumbuh, berubah, dan menemukan keindahan dalam dirinya sendiri,” ujar Jerrica.
Tutup Botol Jadi Ornamen Busana
Salah satu elemen yang menjadi perhatian dalam karya tersebut adalah tutup botol plastik bekas. Jerrica mengolahnya menjadi embellishment atau elemen dekoratif pada busana.
Tutup botol tidak sekadar ditempel sebagai hiasan. Material tersebut menjadi bagian dari konsep transformasi, yaitu mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi material yang memiliki fungsi dan nilai baru.
Selain tutup botol, Jerrica menggunakan kain korden yang sudah tidak terpakai dari Saffier Decor sebagai salah satu material utama.
Material tersebut kemudian dieksplorasi menggunakan sejumlah teknik tekstil, antara lain slashing, patchwork, dan fabric origami.
Setiap teknik memiliki peran dalam membangun cerita pada busana. Teknik slashing digunakan untuk menggambarkan cahaya yang menembus kegelapan.
Sementara itu, patchwork menjadi simbol upaya menyatukan kembali bagian-bagian yang sebelumnya terasa tidak utuh. Adapun bentuk bunga melalui teknik fabric origami merepresentasikan proses blooming atau pertumbuhan.
Material Bekas Jadi Tantangan Kreativitas
Dosen Universitas Ciputra Christina Tanujaya mengatakan penggunaan material sisa memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam proses desain.
“Ketika mahasiswa bekerja dengan material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, mereka belajar melihat potensi, bukan keterbatasannya. Di situlah kreativitas dan kemampuan problem solving dalam desain benar-benar terasah,” ungkap Christina.
Menurut Christina, keterbatasan material justru dapat mendorong mahasiswa mencari pendekatan baru. Proses tersebut membuat mahasiswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengeksplorasi kemungkinan yang dapat muncul dari material yang tersedia.
Dosen Universitas Ciputra Fabio Ricardo Toreh juga melihat eksplorasi Jerrica sebagai contoh bagaimana material sederhana dapat dikembangkan menjadi bahasa visual dalam sebuah karya fashion.
“Yang menarik dari karya Jerrica adalah bagaimana material yang sederhana, bahkan dianggap limbah, tidak hanya dijadikan ornamen. Tutup botol dan kain sisa justru diolah menjadi bagian dari bahasa visual karya. Eksplorasi tekniknya membuat material tersebut memiliki karakter dan nilai yang sama sekali baru,” jelas Fabio.
Melalui Fractured Elegance, Jerrica menunjukkan proses daur ulang dalam fashion tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kembali material.
Ada proses kreatif untuk mengubah fungsi, bentuk, dan cara pandang terhadap material yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.
Tutup botol yang semula berpotensi menjadi sampah kini mendapatkan fungsi baru sebagai bagian dari busana. Begitu pula kain korden yang sudah tidak digunakan kembali memiliki peran dalam sebuah karya fashion.
Karya tersebut sekaligus membawa pesan bahwa material yang terlihat sederhana atau tidak bernilai masih dapat memiliki potensi ketika dipadukan dengan kreativitas dan eksplorasi desain.
Melalui Fractured Elegance, Jerrica ingin menunjukkan bahwa proses menghadapi sesuatu yang rusak atau tidak sempurna juga dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju perubahan dan pertumbuhan.
