![]() |
| Foto bersama peserta BERGEMA 2026 Ibu Profesional Bogor dan The Human Safety Net Indonesia usai mengikuti rangkaian kegiatan di Gedung DPRD Kota Bogor. |
BOGOR – Komunitas Ibu Profesional Bogor bersama The Human Safety Net Indonesia (THSN) menggelar kegiatan BERGEMA (Berbagi, Bergerak, Bersama) di Gedung DPRD Kota Bogor, 19 September 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan penguatan peran keluarga tersebut diikuti 139 peserta. Mereka terdiri atas 35 ayah, 52 ibu, dan 52 anak.
BERGEMA 2026 menjadi ruang bagi ayah dan anak untuk menghabiskan waktu berkualitas melalui berbagai aktivitas bermain dan belajar. Di sisi lain, para ibu mendapat kesempatan menikmati waktu untuk diri sendiri melalui sesi Mom's Corner.
Selain memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan beasiswa bagi anak-anak usia dini terpilih serta wisuda peserta Kelas Literasi Finansial.
Rangkaian kegiatan ayah dan anak mengangkat tema "Mencari Harta Karun". Aktivitas diawali dengan sesi Read Aloud yang ditujukan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan literasi anak.
Setelah itu, ayah dan anak mengikuti aktivitas Jalan Bersama. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun bonding melalui kerja sama dan keselarasan langkah antara ayah dan anak.
Suasana semakin meriah saat peserta mengikuti permainan Tebak Kata. Dalam permainan ini, ayah dan anak ditantang untuk berkomunikasi dan bekerja sama menemukan jawaban.
Berbagai ekspresi pun muncul selama permainan berlangsung. Mulai dari rasa penasaran, antusiasme hingga tawa ketika ayah dan anak berhasil menemukan jawaban yang tepat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aktivitas membuat parasut bersama. Ayah dan anak bekerja sama membuat karya sebelum menerbangkan parasut hasil kreasi mereka.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Anak-anak tampak antusias melihat parasut yang mereka buat bersama ayah diterbangkan hingga memunculkan gelak tawa.
Sementara anak-anak menghabiskan waktu bersama ayah, para ibu mengikuti sesi Mom's Corner. Sesi tersebut menjadi ruang bagi para ibu untuk beristirahat sejenak dan mengisi kembali energi.
Para ibu juga mendapatkan kesempatan mempelajari cara mendampingi proses belajar anak melalui aktivitas permainan.
Salah satu peserta, Bunda Senny dari Ibu Profesional Banten, mengaku merasakan perubahan setelah mengikuti kegiatan BERGEMA.
"Setelah mengikuti kegiatan ini, Ayah menjadi lebih antusias. Ayah juga mulai memiliki target ingin bermain apa dan belajar apa bersama anak. Bonding menjadi lebih kuat, dan Ayah semakin memahami pentingnya berperan dalam pendampingan tumbuh kembang anak," ujar Senny.
Hal serupa disampaikan Abang Muadz Adib. Ia mengaku menjadi lebih sering menghabiskan waktu bersama ayahnya.
"Jadi sering main bareng dan ngobrol banyak sama Ayah," kata Muadz.
Sementara itu, Ayah Sidik Bahari menyampaikan refleksi mengenai pentingnya menyediakan waktu khusus untuk anak.
"Saya ingin benar-benar meluangkan waktu, bukan sekadar menyisakan waktu untuk anak," tuturnya.
BERGEMA 2026 turut terlaksana dengan dukungan The Human Safety Net Indonesia, Arch Studio, Ceria Stix, Eskopi Indonesia, Korem 061/Suryakancana, dan Simple Daily Flow.
Melalui kegiatan tersebut, Ibu Profesional Bogor menekankan pentingnya keluarga sebagai ruang pertama bagi anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengenal berbagai nilai kehidupan.
Kebersamaan dalam keluarga dinilai tidak sekadar tentang berada di tempat yang sama. Lebih dari itu, kebersamaan juga membutuhkan perhatian, keterlibatan, serta kesediaan orang tua untuk mengambil peran dalam proses tumbuh kembang anak.
Semangat BERGEMA yang berarti Berbagi, Bergerak, Bersama juga menjadi bagian dari upaya Ibu Profesional untuk mengajak keluarga berakar pada nilai, bertumbuh bersama, dan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.
Melalui keluarga, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERGEMA 2026 menjadi salah satu momentum bagi keluarga untuk kembali mengingat pentingnya waktu berkualitas antara ayah, ibu, dan anak. Sebab, kebersamaan yang dibangun sejak dini tidak hanya menciptakan kenangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan masa depan anak.
.jpeg)