![]() |
| Cara Agar Cacar Air Cepat Kering |
Jakarta — Cacar air bisa membuat kulit terasa sangat gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster dan biasanya menimbulkan ruam yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan, kemudian mengering dan membentuk koreng.
Pada kebanyakan kasus, cacar air dapat membaik dengan sendirinya. Namun, perawatan kulit tetap penting untuk mengurangi rasa gatal, mencegah infeksi sekunder, dan mengurangi risiko bekas luka akibat garukan.
Lantas, bagaimana cara agar cacar air cepat kering dan tidak membekas?
Berikut 15 cara yang bisa dilakukan untuk membantu merawat cacar air.
1. Jangan Menggaruk Cacar Air
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menahan keinginan untuk menggaruk. Lepuhan cacar air yang digaruk dapat menjadi luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi bakteri serta terbentuknya bekas luka.
Potong kuku hingga pendek dan jaga kebersihannya. Pada anak-anak, orang tua juga dapat menggunakan sarung tangan atau kaus kaki pada tangan saat tidur agar risiko menggaruk tanpa sadar berkurang.
2. Jaga Kebersihan Kulit
Kulit yang mengalami cacar air tetap perlu dibersihkan secara lembut. Hindari menggosok kulit atau menggunakan produk yang berpotensi menyebabkan iritasi.
Setelah mandi, keringkan tubuh dengan cara menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk bersih. Jangan menggosok area lepuhan.
3. Mandi dengan Air Sejuk
Mandi menggunakan air sejuk dapat membantu memberikan rasa nyaman pada kulit yang gatal. NHS juga menyarankan mandi dengan air sejuk dan mengeringkan kulit dengan cara ditepuk, bukan digosok.
Hindari air yang terlalu panas karena dapat membuat rasa gatal semakin mengganggu.
4. Gunakan Kompres Dingin
Kompres dingin dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu meredakan rasa gatal.
Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin, kemudian tempelkan secara lembut pada area yang terasa gatal. Jangan menempelkan es secara langsung ke kulit.
5. Gunakan Losion Calamine
Losion calamine dapat digunakan untuk membantu meredakan rasa gatal akibat cacar air.
Oleskan sesuai petunjuk pada kemasan dan hindari penggunaan pada area sensitif seperti mata atau bagian dalam mulut. CDC memasukkan calamine sebagai salah satu pilihan perawatan rumahan untuk membantu mengurangi gatal.
6. Coba Mandi dengan Oatmeal
Mandi dengan tambahan oatmeal koloid dapat membantu memberikan rasa nyaman pada kulit yang gatal.
CDC menyebut mandi dengan air sejuk yang ditambahkan oatmeal atau oatmeal koloid sebagai salah satu cara untuk membantu meredakan gatal.
Pastikan air tidak terlalu panas dan jangan menggosok lepuhan ketika mandi.
7. Gunakan Obat Antihistamin Sesuai Anjuran
Jika rasa gatal sangat mengganggu, antihistamin dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama pada anak-anak.
NHS menyarankan berkonsultasi dengan apoteker mengenai penggunaan antihistamin untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air.
8. Kenakan Pakaian yang Longgar
Pakaian yang terlalu ketat dapat bergesekan dengan lepuhan dan membuat kulit semakin tidak nyaman.
Pilih pakaian yang longgar dan nyaman agar kulit tidak banyak mengalami gesekan. Bahan yang nyaman juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama masa pemulihan.
9. Pastikan Tubuh Cukup Cairan
Jangan lupa memenuhi kebutuhan cairan selama mengalami cacar air.
Minum air secara cukup membantu mencegah dehidrasi, terutama jika disertai demam atau nafsu makan dan minum berkurang. NHS juga menyarankan penderita cacar air untuk banyak minum.
10. Istirahat yang Cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri ketika melawan infeksi. Karena itu, cukup tidur dan mengurangi aktivitas berat dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama masa pemulihan.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas seperti biasa jika tubuh masih terasa lemas atau demam.
11. Gunakan Obat Penurun Demam yang Tepat
Cacar air dapat disertai demam dan rasa tidak nyaman. Untuk membantu mengatasinya, paracetamol dapat digunakan sesuai aturan dosis dan kondisi pasien.
Pada anak-anak, jangan memberikan aspirin ketika mengalami cacar air karena berkaitan dengan risiko sindrom Reye. CDC juga menyarankan menghindari ibuprofen pada cacar air kecuali atas arahan dokter karena terdapat kaitan dengan infeksi kulit bakteri yang serius.
12. Jangan Memecahkan Lepuhan
Lepuhan cacar air sebaiknya dibiarkan mengering secara alami.
Memecahkan atau mengelupas lepuhan dapat membuat kulit menjadi luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi. Hindari pula mengelupas koreng sebelum terlepas dengan sendirinya.
13. Hindari Paparan Matahari Berlebihan
Setelah lepuhan mengering, kulit masih berada dalam tahap pemulihan. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan untuk membantu mengurangi perubahan warna pada area bekas luka.
Jika kulit sudah tertutup dan tidak lagi memiliki luka terbuka, perlindungan dari sinar matahari dapat dilakukan dengan pakaian pelindung atau tabir surya yang sesuai.
14. Konsultasikan Obat Antivirus Jika Berisiko Tinggi
Tidak semua penderita cacar air membutuhkan obat antivirus. Namun, dokter dapat mempertimbangkannya pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat.
CDC menyebut orang dewasa dan remaja berusia lebih dari 12 tahun, ibu hamil, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, serta kelompok tertentu dengan kondisi medis tertentu sebagai kelompok yang perlu mendapatkan perhatian medis lebih. Obat antivirus bekerja paling baik jika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 24 jam pertama setelah ruam muncul.
Karena itu, jangan mengonsumsi acyclovir atau obat antivirus lain tanpa pemeriksaan dan anjuran dokter.
15. Jangan Sembarangan Mengoleskan Produk pada Luka
Tidak semua bahan atau produk perawatan kulit cocok digunakan pada lepuhan cacar air.
Penggunaan minyak, krim, antibiotik topikal, atau bahan alami secara sembarangan justru dapat menyebabkan iritasi atau masalah lain. Antibiotik juga bukan obat untuk membasmi virus penyebab cacar air.
Jika luka menunjukkan tanda infeksi seperti menjadi semakin merah, terasa panas atau nyeri, atau mengeluarkan nanah, segera hubungi tenaga medis. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi bakteri sekunder.
Kapan Harus ke Dokter?
Cacar air memang sering membaik sendiri, tetapi kondisi tertentu membutuhkan pemeriksaan medis.
Segera hubungi dokter jika penderita mengalami demam tinggi atau berkepanjangan, kesulitan bernapas, kebingungan, muntah berulang, leher kaku, sulit berjalan, atau muncul tanda infeksi pada kulit seperti kemerahan, panas, nyeri, dan nanah.
Perhatian khusus juga diperlukan jika penderita merupakan bayi, orang dewasa, ibu hamil, atau seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena cacar air dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius pada kelompok tersebut.
Jangan Fokus Mempercepat Kering Saja
Pada dasarnya, tidak ada cara instan yang bisa membuat cacar air langsung kering dalam satu atau dua hari. Lepuhan memang akan melalui proses alami hingga menjadi koreng dan kemudian sembuh. CDC menyebut lepuhan umumnya membutuhkan sekitar satu minggu untuk berubah menjadi koreng.
Yang lebih penting adalah menjaga kulit tetap bersih, mengurangi rasa gatal, tidak menggaruk atau memecahkan lepuhan, memenuhi kebutuhan cairan, dan mendapatkan penanganan medis jika muncul tanda bahaya.
Dengan perawatan yang tepat, risiko infeksi kulit dan bekas luka akibat garukan dapat diminimalkan.
