Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%

Dokumentasi Pelatihan Bersama Mitra

CIAMIS – Budidaya ikan air tawar di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mulai mengadopsi teknologi energi terbarukan dan digitalisasi. Teknologi tersebut diterapkan melalui Program Penerapan IPTEK Berbasis Masyarakat (PPIBM) Universitas Siliwangi (Unsil) Tahun 2026.

Program tersebut menyasar Kelompok Tani Karya Laksana VI dengan menerapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem hybrid dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air kolam.

Penerapan teknologi ini dilakukan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan dengan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

Salah satunya adalah tingginya kebutuhan listrik. Pompa sirkulasi dan aerator harus beroperasi selama 24 jam sehingga biaya listrik PLN menjadi salah satu komponen operasional yang cukup besar.

Ketergantungan terhadap listrik PLN juga membuat pembudidaya menghadapi risiko ketika terjadi pemadaman. Kondisi tersebut dapat mengganggu sirkulasi air dan suplai oksigen di kolam hingga berpotensi menyebabkan ikan mati.

Persoalan lainnya berkaitan dengan kualitas air. Sebelum teknologi digital diterapkan, pemantauan masih banyak dilakukan melalui pengamatan visual.

Kondisi tersebut membuat perubahan parameter air seperti pH dan suhu tidak selalu bisa diketahui secara cepat. Dampaknya, tingkat mortalitas ikan disebut dapat mencapai 20%.

PLTS Hybrid untuk Pompa dan Aerator

Ketua Tim Pengabdi Unsil, Imam Taufiqurrahman dari Teknik Elektro Unsil, mengatakan teknologi yang diterapkan dirancang untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya dari sisi energi hingga pengelolaan produksi.

"Sistem PLTS Hybrid berkapasitas 400 Wp ini dilengkapi baterai penyimpanan deep cycle 100 Ah serta Automatic Transfer Switch (ATS). Perangkat ini secara otomatis mengambil alih beban listrik pompa dan aerator di siang hari dan berfungsi sebagai daya cadangan darurat saat jaringan listrik mati," kata Imam.

Menurutnya, penggunaan PLTS tersebut ditargetkan dapat memangkas biaya operasional listrik PLN hingga lebih dari 30%.

Sistem hybrid memungkinkan sumber energi dari panel surya digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik kolam. Sementara baterai berfungsi sebagai penyimpanan energi dan sumber daya cadangan ketika jaringan listrik mengalami gangguan.

Teknologi ini dinilai penting bagi kolam dengan sistem RAS yang membutuhkan pompa dan aerator bekerja secara kontinu.

Kualitas Air Dipantau Lewat Smartphone

Selain energi, Unsil memasang sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT di kolam pembesaran ikan milik mitra.

Perangkat tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor untuk membaca parameter kualitas air, khususnya suhu dan pH.

Data hasil pemantauan dikirimkan secara nirkabel ke smartphone anggota kelompok tani. Dengan begitu, kondisi air dapat dipantau secara lebih cepat tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan secara manual.

Sistem tersebut juga dilengkapi fitur early warning system. Fitur ini memberikan peringatan ketika kondisi parameter air menunjukkan perubahan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ikan.

Dengan pemantauan secara real-time, pembudidaya diharapkan dapat mengambil tindakan lebih cepat ketika terjadi perubahan kondisi air.

Bukan Sekadar Pasang Alat

Program PPIBM Unsil ini tidak hanya berfokus pada pemasangan perangkat teknologi. Tim pengabdi juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan anggota kelompok tani dalam mengoperasikan dan mengelola teknologi tersebut.

Tim Unsil melibatkan dosen dari berbagai bidang keahlian, yakni Mochamad Irlan Malik dan Nidar Nadrotan Naim Sujana dari Teknik Elektro, Nurul Risti Mutiarasari dari Agribisnis, serta Visi Tinta Manik dari Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Para dosen tersebut didampingi mahasiswa dalam pelaksanaan program di lapangan.

Pelatihan yang diberikan mencakup sejumlah materi, mulai dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kelistrikan, literasi pemantauan digital, analisis efisiensi keuangan usaha, hingga pengelolaan pascapanen.

Materi post-harvest handling dan rantai dingin juga diberikan untuk membantu menjaga kualitas ikan setelah dipanen sekaligus meningkatkan daya tawar produk di pasar.

Mortalitas Ikan Ditargetkan Turun

Penerapan PLTS hybrid dan IoT tersebut memiliki sejumlah target. Salah satunya menekan tingkat mortalitas ikan dari sekitar 20% menjadi di bawah 10%.

Selain itu, program ini menargetkan peningkatan margin keuntungan bersih mitra minimal 10% pada setiap siklus panen.

Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penghematan biaya energi, pemantauan kualitas air yang lebih cepat, serta peningkatan pengelolaan hasil panen.

Program ini juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Kelompok Tani Dilibatkan Sejak Awal

Dalam pelaksanaannya, Unsil menggunakan pendekatan partisipatif atau Participatory Rural Appraisal (PRA).

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi. Anggota kelompok tani dilibatkan sejak proses audit energi, pemasangan perangkat, hingga pengelolaan teknologi yang telah diterapkan.

Untuk menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan selesai, tim Unsil juga membentuk kader teknisi lokal dari perwakilan anggota kelompok tani.

Tim turut menyerahkan modul Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai panduan pengelolaan dan penggunaan perangkat.

Imam berharap Kelompok Tani Karya Laksana VI dapat menjadi contoh penerapan teknologi energi bersih dan

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
  • Budidaya Ikan di Ciamis Pakai PLTS Hybrid dan IoT, Biaya Listrik Ditargetkan Turun 30%
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad