![]() |
| AmartaRaya |
JAKARTA — Gerakan yang digelorakan oleh jaringan siber-siber pendukung pejuang-pejuang AMPB disebut berhasil menguasai gerak algoritma nasional. Di media sosial mereka sukses membuat satuan kekuatan AmartaRaya, sebuah gerakan yang membawa semangat “Amanah Rakyat Indonesia Raya.”
Dalam narasi yang beredar di media sosial, AmartaRaya disebut sebagai wadah bagi para pejuang media sosial dari berbagai wilayah dan daerah untuk mengambil bagian dalam perjuangan yang dibawa AMPB.
Gerakan tersebut menyerukan agar perjuangan tidak hanya dibebankan kepada kelompok inti AMPB. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kerakyatan diajak untuk berpartisipasi secara kompak melalui ruang digital dengan menyebarkan informasi, mengawal isu, serta memberikan klarifikasi terhadap informasi yang dianggap tidak benar.
“Rakyat bela rakyat,” menjadi salah satu semangat utama yang dikedepankan AmartaRaya.
Dalam narasi pendukungnya, AmartaRaya juga mengeklaim bahwa gerakan tersebut memperoleh dukungan yang semakin luas dari masyarakat Indonesia. Setidaknya 1,5 juta rakyat Indonesia yang aktif di media sosial akan bergabung dalam gerakan ini.
Para penggagas AmartaRaya juga menyoroti adanya akun-akun anonim dan jaringan buzzer yang mereka nilai berupaya memengaruhi opini publik. Karena itu, mereka menyerukan kepada pendukung AMPB agar tidak mudah terprovokasi, melakukan verifikasi informasi, dan menjawab serangan di media sosial dengan argumentasi serta fakta.
AmartaRaya kemudian memperkenalkan identitas gerakannya sebagai garda terdepan jaringan pejuang media sosial, dengan prinsip kekuatan utama gerakan ini berasal dari rakyat , demi rakyat, untuk rakyat.
"Panglima besar kita adalah rakyat.
Tokoh kita adalah rakyat.
Komando kita adalah rakyat.
Tidak ada manusia lain selain rakyat.
Rakyat bela rakyat."
Gerakan ini ditutup dengan kalimat sakral:
"AMARTARAYA ATAU MATI"
