Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad
Notice Pilihan

Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD

Mahasiswa KKN Universitas Andalas bersama tenaga kesehatan Pustu Ladang Tibarau saat melakukan pemeriksaan kesehatan warga.

AGAM
– Kesehatan masyarakat tidak hanya berbicara tentang pengobatan ketika seseorang sudah sakit. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, memahami faktor risiko penyakit, hingga menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas (Unand) Koto Tangah Tilatang Kamang bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Jorong Ladang Tibarau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Kegiatan yang digelar pada 1 Agustus 2026 tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan sekaligus sosialisasi mengenai penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, serta pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Warga yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai dari warga dewasa, lansia, hingga balita turut mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke Pustu Ladang Tibarau. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan bagi warga dewasa dan lansia.

Sementara itu, balita yang hadir mendapatkan Vitamin A sebagai salah satu bagian dari pelayanan kesehatan anak.

Mahasiswa KKN ikut membantu tenaga kesehatan selama proses pelayanan berlangsung. Mereka membantu mengatur antrean, mencatat hasil pemeriksaan, hingga mendampingi warga selama proses pengukuran.

Suasana kegiatan berlangsung cukup ramai. Meski demikian, pelayanan tetap berjalan tertib karena warga mengikuti arahan mahasiswa dan tenaga kesehatan.

"Kami senang karena warga di sini cukup responsif. Banyak yang datang sejak pagi untuk periksa tekanan darah dan berat badan. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat sudah mulai baik," ujar Zhafirah Fauziyyah Amalia, koordinator kegiatan di lapangan.

Hasil Pemeriksaan Diolah Melalui SiDini-Tensi

Hal menarik dari kegiatan tersebut adalah pemanfaatan teknologi dalam proses pendataan kesehatan warga.

Setelah pemeriksaan dilakukan, mahasiswa memasukkan data yang diperoleh ke dalam website SiDini-Tensi. Sistem tersebut dikembangkan untuk membantu mengetahui riwayat penyakit, faktor risiko, kepatuhan pengobatan, hingga kemungkinan adanya komplikasi pada setiap individu.

Data yang dimasukkan kemudian diproses oleh sistem untuk menghasilkan rekomendasi kesehatan berdasarkan kondisi masing-masing warga.

Dengan pendekatan tersebut, informasi yang diberikan tidak hanya bersifat umum. Warga yang memiliki kondisi atau faktor risiko tertentu dapat memperoleh arahan yang disesuaikan dengan data pemeriksaannya.

Bagi warga yang belum memiliki hipertensi, misalnya, sistem dapat memberikan informasi mengenai sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Sementara bagi warga yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi, rekomendasi dapat mencakup pola hidup sehat, pengaturan pola makan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

"SiDini-Tensi ini memudahkan kami dalam memberikan saran yang lebih personal. Nggak semua orang dapat rekomendasi yang sama, karena sistemnya membaca data masing-masing. Jadi lebih tepat sasaran," jelas Hasbi Ash Shiddiqi saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa untuk menghubungkan kegiatan pengabdian masyarakat dengan kebutuhan kesehatan warga secara lebih praktis.

Edukasi tentang Kepatuhan Minum Obat Hipertensi

Setelah pemeriksaan dan pendataan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan.

Salah satu materi yang disampaikan adalah mengenai pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat hipertensi.

Mahasiswa menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang merasa sehat meskipun tekanan darahnya masih membutuhkan pemantauan dan pengelolaan.

Karena itu, warga yang menjalani pengobatan hipertensi diingatkan agar tidak menghentikan konsumsi obat secara sepihak hanya karena kondisi tubuh terasa lebih baik.

"Banyak pasien hipertensi yang berhenti minum obat begitu tekanan darahnya terasa normal. Padahal hipertensi itu butuh pengobatan seumur hidup. Obat harus diminum rutin meskipun sudah merasa sehat," tegas Laila Fitri dalam sesi sosialisasi.

Selain kepatuhan terhadap pengobatan, warga juga diajak memperhatikan pola makan, terutama membatasi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta memeriksakan tekanan darah secara berkala.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu warga memahami bahwa pengelolaan hipertensi tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga membutuhkan perubahan dan konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat.

Warga Diajak Waspada terhadap DBD

Materi berikutnya membahas Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Mahasiswa mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Salah satu upaya pencegahan yang diperkenalkan kepada warga adalah gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang dapat menjadi penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Upaya tersebut juga dapat dilengkapi dengan penggunaan kelambu maupun lotion antinyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Warga juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, seperti demam tinggi secara mendadak, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, hingga munculnya bintik-bintik merah pada kulit.

"Kalau ada anggota keluarga yang demam tinggi dan muncul bintik merah, jangan ditunda. Segera periksakan ke puskesmas. DBD bisa berakibat fatal kalau terlambat ditangani," imbau Zhafirah Fauziyyah Amalia di hadapan warga.

Edukasi tersebut menjadi semakin penting karena pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan. Kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan rumah juga memiliki peran penting untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.

KKN sebagai Ruang Belajar Bersama Masyarakat

Kegiatan di Pustu Ladang Tibarau menunjukkan bahwa program KKN dapat menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pelayanan, pendataan, edukasi, dan komunikasi dengan warga.

Di sisi lain, masyarakat memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan informasi mengenai penyakit yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah warga menyambut baik kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, mereka juga dapat berkonsultasi secara langsung mengenai keluhan atau kondisi kesehatan yang selama ini dirasakan.

Program pendampingan di Puskesmas Pembantu Ladang Tibarau tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas di wilayah Kecamatan Tilatang Kamang.

Kegiatan yang menggabungkan pemeriksaan kesehatan, pemanfaatan teknologi, serta edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung.

Lebih jauh, masyarakat Jorong Ladang Tibarau diharapkan semakin terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sebab, menjaga kesehatan pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab tenaga medis. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyakit menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan yang lebih sehat.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
  • Mahasiswa KKN Unand dan Tenaga Kesehatan Edukasi Warga Ladang Tibarau tentang Hipertensi dan DBD
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad