![]() |
| Bidan Desa bersama tim Puskesmas memberikan edukasi gizi seimbang kepada ibu balita penerima PMT di Desa Bubulak. |
BOGOR — Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan, tetapi juga perlu diiringi pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi anak. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan penyuluhan gizi seimbang bagi ibu balita penerima PMT di Desa Bubulak, Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kampung KB Desa Bubulak tersebut menghadirkan Bidan Desa bersama tim Puskesmas. Sejumlah ibu balita penerima PMT mengikuti penyuluhan yang membahas pemenuhan kebutuhan gizi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyuluhan, para ibu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memberikan makanan yang beragam dan bergizi kepada balita. Selain itu, materi juga mencakup pemberian porsi makanan sesuai kebutuhan anak serta cara memberikan makanan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.
PMT Perlu Diiringi Pendampingan Keluarga
Edukasi tersebut menekankan bahwa PMT bukan hanya makanan tambahan yang diberikan kepada balita. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pendampingan keluarga agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Para ibu didorong untuk memastikan makanan tambahan benar-benar dikonsumsi oleh balita. Di sisi lain, keluarga juga diharapkan mampu menerapkan prinsip gizi seimbang melalui menu makanan sehari-hari di rumah.
Pemahaman orang tua dinilai menjadi bagian penting karena pemenuhan gizi anak tidak hanya berlangsung ketika mendapatkan PMT, tetapi juga melalui kebiasaan makan yang diterapkan keluarga setiap hari.
Kolaborasi Bidan Desa dan Puskesmas
Kegiatan penyuluhan juga menjadi bentuk kolaborasi antara Bidan Desa dan tim Puskesmas dalam memberikan pendampingan kepada keluarga balita.
Melalui edukasi secara langsung, keluarga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam memilih dan memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan balita.
Selain itu, kegiatan edukasi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan dan pencegahan berbagai masalah gizi pada anak.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, keluarga diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang balita secara optimal.
Kegiatan penyuluhan gizi seimbang di Desa Bubulak pun menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan kesehatan balita membutuhkan lebih dari sekadar pemberian makanan tambahan. Edukasi, pendampingan tenaga kesehatan, serta keterlibatan aktif keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
.jpeg)