![]() |
| Sebanyak 49 peserta lolos seleksi administrasi Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 dan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. |
TANGERANG SELATAN — Sebanyak 49 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026. Seluruh peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi tersebut berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Seleksi administrasi menjadi tahapan awal dalam rangkaian sayembara yang digelar untuk menjaring ide dan karya kreatif masyarakat dalam menciptakan desain batik yang mampu mencerminkan karakter Kota Tangerang Selatan.
Proses pemeriksaan administrasi berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan. Sebelumnya, pendaftaran sayembara dilakukan secara daring pada 20 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Dari seluruh peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 49 orang dinyatakan memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.
Seleksi Administrasi Dilakukan Dewan Juri dan Panitia
Tahapan seleksi administrasi dilakukan dengan memeriksa kelengkapan serta kesesuaian dokumen yang disampaikan peserta. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tiga orang dewan juri bersama panitia sayembara.
Panitia terdiri atas unsur Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan dan Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.
Pemeriksaan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peserta yang masuk ke tahap selanjutnya telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dengan dinyatakannya seluruh 49 peserta memenuhi persyaratan, proses Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 kini memasuki tahapan berikutnya.
Antusiasme Masyarakat Dinilai Positif
Pengurus Bidang Kreatif Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Brian Hezron Simanjorang, menyambut positif antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan sayembara tersebut.
Menurut Brian, jumlah peserta yang mengikuti pendaftaran menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan batik sebagai bagian dari identitas daerah.
“Dari proses pendaftaran yang dibuka secara online sejak 20 Juli sampai 19 Agustus 2026, terdapat 49 peserta yang mendaftarkan diri dan seluruhnya dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi,” ujar Brian.
Ia menjelaskan bahwa seleksi administrasi tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan dokumen peserta. Tahapan tersebut juga dimaksudkan untuk memastikan proses sayembara berjalan sesuai aturan dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta.
“Proses ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan proses sayembara dapat berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Mencari Motif yang Mewakili Identitas Tangsel
Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 tidak sekadar ditujukan untuk menghasilkan motif batik baru. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menggali potensi kreativitas masyarakat dalam menerjemahkan karakter, nilai budaya, serta potensi daerah ke dalam sebuah desain.
Kota Tangerang Selatan memiliki perkembangan yang cukup dinamis sebagai wilayah perkotaan sekaligus kawasan dengan potensi ekonomi kreatif. Karena itu, desain batik khas daerah diharapkan mampu menjadi salah satu medium untuk memperkuat identitas lokal.
Brian berharap peserta yang lolos seleksi administrasi dapat menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna dan karakter yang kuat.
“Harapan kami, dari 49 peserta yang lolos administrasi ini akan lahir gagasan-gagasan desain batik yang kreatif, inovatif, memiliki nilai estetika, sekaligus mampu merepresentasikan identitas Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Menurut dia, desain terbaik nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah karya dalam sayembara. Motif tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Tangerang Selatan.
49 Peserta Berhak Ikuti Tahapan Berikutnya
Setelah proses seleksi administrasi selesai, seluruh 49 peserta dinyatakan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
Penilaian pada tahap berikutnya akan mengacu pada kriteria, mekanisme, dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026.
Panitia juga mengingatkan peserta untuk mencermati setiap informasi resmi yang berkaitan dengan pelaksanaan sayembara. Peserta perlu memperhatikan jadwal, ketentuan teknis, serta berbagai persyaratan yang berlaku pada tahapan berikutnya.
Wadah Kreativitas dan Ekonomi Kreatif
Pelaksanaan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan 2026 diharapkan dapat menjadi ruang partisipasi bagi berbagai kalangan. Tidak hanya desainer, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum dapat berkontribusi melalui gagasan dan karya mereka.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong kreativitas masyarakat dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Tangerang Selatan.
Jika menghasilkan desain yang kuat dan memiliki karakter daerah, batik khas Tangerang Selatan berpotensi menjadi salah satu produk budaya yang dapat dikenalkan lebih luas.
Batik tidak hanya dapat dipandang sebagai produk sandang, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan cerita, nilai, dan identitas suatu daerah.
Dengan lolosnya 49 peserta pada tahap administrasi, perhatian kini tertuju pada proses seleksi berikutnya. Karya-karya yang dihasilkan peserta diharapkan mampu menghadirkan desain batik yang kreatif sekaligus mencerminkan karakter Tangerang Selatan.
Seluruh rangkaian sayembara selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam menentukan karya yang dinilai paling mampu merepresentasikan identitas Kota Tangerang Selatan.
